Gugatan Hukum Bikin Facebook Tak Mujur, Kerajaan Bisnis Miliarder Zuckerberg Terancam Hancur

Gugatan Hukum Bikin Facebook Tak Mujur, Kerajaan Bisnis Miliarder Zuckerberg Terancam Hancur Kredit Foto: Reuters

Gugatan hukum antimonopoli Komisi Perdagangan Federal (FTC) terhadap raksasa media sosial Facebook mengancam kerajaan bisnis teknologi Mark Zuckerberg.

FTC dan koalisi 46 negara bagian Amerika Serikat (AS) menyoroti akuisisi 715 juta dolar (Instagram) dan 22 miliar dolar (WhatsApp) oleh Facebook beberapa tahun lalu.

"Kesepakatan yang melewati regulator saat pengusulan itu bermaksud mematikan ancaman persaingan di pasar," tulis FTC dalam pengaduannya ke meja hijau, dilansir dari Business Standard, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga: Amerika Masih Saja Tekan China, Kali Ini Mau Cabut Izin Perusahaan China di Bidang ....

Baca Juga: Apa Kabar Kesiapan Jaringan 5G di Indonesia? Pak Menkominfo Buka Suara

Kini, FTC mendesak agar Facebook melepaskan unit bisnis Instagram dan WhatsApp.. Tentu saja, hal itu mengancam kekaisaran perusahaan teknologi milik miliarder muda sekaligus bos Facebook, Zuckerberg.

Mengapa demikian? Sebab, sebagian besar pertumbuhan pendapatan Facebook berasal dari Instagram, sedangkan WhatsApp jadi pusat taruhan Facebook di bidang e-commerce. Melepas dua platform itu hanya akan membuat nilai jangka panjang Facebook amblas.

Buktinya, isu itu saja sudah bisa menurunkan saham Facebook hingga 4% pada Rabu (10/12/2020) waktu AS, mengakhiri perdagangan dengan penurunan 2%. "Hal itu menakutkan bagi investor, karena dalam beberapa aspek, itu berpotensi mengganggu model bisnis," ujar Analis Wedbush Securities, Dan Ives.

Peluang Facebook Lepas Instagram dan WhatsApp

Namun, Ives menilai peluang Facebook melepas Instagram dan WhatsApp begitu kecil tanpa perubahan legislatif dari Kongres.

Ia berpendapat, "Mungkin ini terdengar seperti masalah runyam, tetapi tidak akan berdampak secara masif terhadap situasi Facebook dalam waktu dekat."

Meski begitu, tetap saja upaya FTC membubarkan dinasti kekayaan Zuckerberg masih berisiko membahayakan saham Facebook.

Jika hal itu benar-benar terjadi di masa depan, maka Zuckerberg akan kehilangan sebagian besar nilai Facebook. Tak hanya itu, WhatsApp juga akan mengalami kesulitan karena menghabiskan 6 tahun terakhir tanpa berfokus pada pendapatan atau keuntungan.

Sementara itu, Instagram memerlukan platform periklanan baru jika ia benar berpisah dari Facebook. Sebab, platform berbagi foto itu mengandalkan Facebook guna menggerakkan bisnis iklan dan moderasi konten.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini