Dampak Pandemi, Laju Pertumbuhan Ritel Online Bakal Melesat

Dampak Pandemi, Laju Pertumbuhan Ritel Online Bakal Melesat Kredit Foto: Tokopedia

Hasil riset The Economist Intelligence Unit (EIU) menyebutkan pertumbuhan pasar ritel online secara global akan meningkat tajam. Proyeksi didasarkan pada pandemi yang telah mempercepat laju digitalisasi.

Berdasarkan data dari Edge by Ascential diperkirakan bahwa penjualan ritel online di 60 ekonomi terbesar akan melonjak lebih dari 30% di 2020.

"Pada 2021 kami mengharapkan pertumbuhan lebih dari 18% dalam penjualan online. Dan pada  2025 ritel online cenderung menyumbang hampir 20% dari total penjualan ritel, naik dari 10% pada 2019," kata EIU dalam risetnya pada Rabu (16/12/2020).

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Online di Medsos

EIU juga memperkirakan sektor-sektor industri yang belum mengadopsi digital pada proses bisnisnya akan berubah. Salah satu contohnya otomotif.

"Kami mengharapkan penjualan online menyumbang hampir seperempat penjualan mobil baru pada 2025 kurang dari 5% sebelum pandemi," ucap EIU.

EIU mengatakan bahwa penguncian wilayah (lockdowan) telah mendorong percepatan yang luar biasa dalam digitalisasi di banyak sektor mulai dari ritel online, keuangan digital, hiburan online dan kesehatan.

"Efek pandemi sudah menyebabkan gangguan pasar yang hanya akan diperkuat seiring pulihnya perekonomian global," ucap EIU.

Namun demikian, EIU melihat ada area peluang akan terbuka bagi perusahaan yang bergerak cepat untuk mengembangkan produk dan layanan digital baru. Tetapi, ada juga beberapa risiko serius yang dapat merusak kemampuan perusahaan untuk memahami peluang tersebut.

"Akan muncul beberapa bidang peluang akibat akselerasi dalam digitalisasi selama setahun terakhir ini. Ekonomi digital akan terus berkembang. Beberapa kebiasaan konsumen cenderung telah berubah secara permanen, sementara perusahaan telah melihat peluang di tengah gangguan pandemi," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini