Garuda Indonesia: 739 Ribu Penumpang di Oktober, Tertinggi selama Pandemi

Garuda Indonesia: 739 Ribu Penumpang di Oktober, Tertinggi selama Pandemi Foto: Antara/Sigid Kurniawan

PT Garuda Indonesia Tbk membukukan jumlah angkutan penumpang tertinggi selama pandemi, yakni pada Oktober 2020 lalu sebesar 739 ribu penumpang. Kondisi ini diharapkan bisa terus membaik di masa mendatang seiring tibanya vaksin di Tanah Air dan nantinya segera didistribusikan oleh pemerintah.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa capaian jumlah penumpang pada Oktober 2020 meningkat signifikan dibandingkan dengan periode awal pandemi dengan Garuda Indonesia Group hanya mengangkut sekitar 30 ribuan penumpang per bulan.

Baca Juga: Garuda Indonesia Siap Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Pelosok Daerah

"Kinerja operasional perseroan terus menunjukkan konsistensi pertumbuhan yang positif di mana Garuda Indonesia Group pada Oktober 2020 lalu berhasil mencatatkan jumlah penumpang mencapai 739 ribu orang, tertinggi sejak pandemi Covid-19 terjadi," kata Irfan, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).

Ia menuturkan, pertumbuhan tersebut turut menandakan makin meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan layanan transportasi udara. Maskapai berkode GIAA itu memastikan untuk terus mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan secara konsisten pada seluruh touch point layanan penerbangan Garuda Indonesia.

"Guna menghadirkan penerbangan yang aman dan nyaman bagi penumpang," tuturnya.

Lebih lanjut, Irfan optimistis kinerja perseroan di masa pandemi ini dapat terus menunjukkan pertumbuhan positif. Khususnya, dengan potensi pangsa pasar penerbangan Indonesia yang masih sangat menjanjikan dan kebutuhan aksesibilitas layanan transportasi udara yang memiliki peranan fundamental untuk negara kepulauan.

"Dengan kepercayaan masyarakat yang mulai terbangun untuk kembali menggunakan transportasi udara serta sinergitas stakeholder ekosistem sektor pariwisata, kami memproyeksikan jumlah penumpang di 2021 dapat kembali pulih setidaknya 50% dari sebelum masa pandemi," tutur Irfan.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini