Begini Tips Atur Pajak bagi Startup Ala Hadi & Partners

Begini Tips Atur Pajak bagi Startup Ala Hadi & Partners Kredit Foto: Istimewa

Sebagai pemilik bisnis baru, banyak hal yang harus banyak yang dilakukan, mulai dari membuat rencana bisnis, mempekerjakan karyawan, merupakan daftar tugas Anda sangat besar.

Namun, jangan khawatir, Hadi & Partners Tax and Management Consultant, sebagai salah satu tim Konsultan Pajak terbaik di Jakarta, memberikan tips mudah bagi Anda. Baca Juga: Aksi Gojek Borong Saham Bank Jago Dibacain Pengamat: Tepat, Untuk Perkuat Bisnis

Berikut, 4 tips, agar keuangan bisnis Anda sejalan dengan manfaat pajak terbaik, seperti dirangkum, Jumat (18/12/2020).

1. Mempekerjakan karyawan atau freelancer?

Nah, ini adalah hal pertama yang harus Anda pertimbangkan. Pajak pembayaran karyawan kontrak, tetap, dan pekerja lepas tidaklah sama. Jadi, Anda harus berhati-hati dalam memilih jenis kepegawaian perusahaan startup Anda. Baca Juga: Enak Banget! Duit Bejibun, Eh 3 Miliarder Ini Malah Bebas Pajak Penghasilan!

Pekerja lepas bekerja di lingkungan mereka sendiri dan dipekerjakan berdasarkan proyek per proyek. Karyawan bekerja dengan jam kerja reguler, yang ditentukan oleh perusahaan, dan menerima cek rutin. Jika Anda membuat keduanya tercampur, Anda bisa menjadi kejutan besar.

Jika IRS menentukan bahwa pekerja adalah karyawan dan bukan kontraktor, denda yang mahal akan dinilai dan tagihan pajak yang besar akan terjadi karena pajak Jaminan Sosial dan Kesehatan yang belum dibayar.Baca Juga: Per November, Realisasi Penerimaan Pajak di Sumut I Capai 83,76 Persen

2. Pisahkan akun Anda

Tidak ada pemilik bisnis yang 100 persen yakin jika bisnisnya akan mengambang saat pertama kali dibuka, tetapi itu bukan alasan untuk menjalankan bisnis Anda dari rekening bank pribadi Anda. Saat Anda memulai bisnis, dapatkan rekening giro dan tabungan bisnis dan pastikan pendapatan dan pengeluaran bisnis keluar dari rekening bisnis.

Jangan pernah mencampur keuangan pribadi dengan keuangan bisnis atau perusahaan startup Anda. Bisa fatal akibatnya. Anda akan bingung melaporkan kekayaan perusahaan yang bisa saja berujung pada pajak yang terlalu besar.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini