Alamak, Orang-orang yang Menolak Vaksin Corona Bakal Didata Pemerintah Spanyol

Alamak, Orang-orang yang Menolak Vaksin Corona Bakal Didata Pemerintah Spanyol Kredit Foto: Unsplash/Chris Curry

Spanyol akan mendata orang-orang yang menolak divaksinasi virus corona. Data itu akan dibagi dengan negara-negara Uni Eropa (UE) lainnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Spanyol Salvador Illa mengatakan data tersebut tidak akan dapat diakses oleh publik atau pengusaha.

Baca Juga: Vietnam Sukses Suntikkan Vaksin Ciptaannya Sendiri ke Manusia

“Cara untuk mengalahkan virus itu dengan memvaksinasi kita semua, lebih banyak lebih baik," ungkap Illa, dilansir BBC.

Spanyol menjadi salah satu negara di Eropa yang paling parah terkena virus tersebut.

Saat ini Spanyol sedang meluncurkan vaksin Pfizer-BioNTech yang telah disetujui negara anggota UE pekan lalu.

Dalam wawancara dengan televisi La Sexta pada Senin, Illa menekankan bahwa vaksinasi itu tidak wajib.

"Apa yang akan dilakukan adalah pendaftaran, yang akan dibagikan dengan mitra Eropa kami, dari orang-orang yang telah ditawari dan menolaknya," ungkap dia.

"Ini bukan dokumen yang akan dipublikasikan dan akan dilakukan dengan sangat menghormati perlindungan data," papar dia.

"Orang-orang yang ditawari terapi (vaksin) yang mereka tolak karena alasan apa pun, akan dicatat dalam register, bahwa tidak ada kesalahan dalam sistem, tidak memberi orang yang kemungkinan telah divaksinasi," ungkap dia.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini