Portal Berita Ekonomi Senin, 01 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

APLI Harapkan Regulasi Baru Perbaiki Citra MLM

APLI Harapkan Regulasi Baru Perbaiki Citra MLM

WE ONline, Jakarta - Anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) berharap regulasi yang baru diluncurkan pemerintah melalui UU No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan akan dapat memperbaiki citra negatif terhadap perusahaan "multi level marketing" (MLM).

"Regulasi ini penting agar masyarakat jangan sampai terjebak ke dalam praktek 'money game' dengan berkedok  perusahaan MLM," kata Ketua Umum APLI Djoko H. Koswara di Jakarta, Minggu (13/7/2014).

Djoko mengatakan, perbedaan paling nyata praktek "money game" yakni bonus diperoleh dari perekrutan, sedangkan dalam MLM atau penjualan dimanapun bonus diperoleh dari penjualan produk.

Sebelum bergabung dalam perusahaan MLM sebaiknya ditanyakan apakah ada produknya, kemudian aspek legal seperti SIUPL, izin edar BPOM dan Depkes, pastikan pembayaran bonus/ Komisi pada penjualan produk bukan uang pendaftaran, papar Djoko.

Djoko mengatakan, meskipun regulasi tersebut baru memenuhi 90 persen dari usulan APLI, namun setidaknya sudah mampu melindungi masyarakat terhadap praktek "money game" yakni penipuan  menggunakan sistem piramida.

Djoko yang juga didampingi Wakil Ketua APLI Koen Verheyen dan Arif Mustolih mengatakan, anggota APLI saat berjumlah 86 perusahaan MLM, atau separoh lebih dari 160 perusahaan yang mengantongi Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).

Koen mengatakan, masih banyak perusahaan yang belum tergabung menjadi anggota APLI karena tidak memenuhi syarat seperti SIUPL kedaluarsa atau tidak mau ikut kode etik asosiasi, kemudian dari mereka banyak yang memang tidak tahu atau tidak peduli karena merasa belum merasakan manfaat.

"Padahal untuk menjadi anggota APLI syaratnya mudah memiliki SIUPL, membayar iuran Rp3 juta per tahun, serta melakukan presentasi terhadap bisnis MLM yang akan dilakukan, syarat presentasi ini diatur dalam regulasi," jelas Djoko.

Djoko mengatakan, jumlah tenaga kerja yang terlibat di perusahaan-perusahaan MLM anggota APLI tahun 2012 tercatat 9,4 juta dengan omzet Rp9,2 triliun, sedangkan tahun 2013 10,2 juta dengan omzet Rp11,7 triliun.

Djoko mengatakan, perusahaan MLM yang beroperasi di Indonesia banyak bergerak dibidang makanan sehat, pemeliharaan kulit, perlengkapan rumah tangga, dan fashion, dari jumlah 160 yang mengantongi SIUPL sebanyak 53 merupakan perusahaan asing.

Djoko mengatakan, kehadiran perusahaan MLM ini akan mendorong jumlah wirausaha di Indonesia, saat ini prosentase wirausaha di Indonesia sangat kecil hanya 0,8 persen dibanding jumlah penduduk, bandingkan dengan Malaysia 6 persen, Taiwan 30 persen, Singapura 10 persen.

Djoko mengatakan, APLI juga mengatur prilaku dan kode etik terhadap tenaga penjual seperti mereka tidak dilarang menjual produk ke toko karena akan memutus mata rantai penjual lain, serta membahayakan bisnis MLM secara keseluruhan.

"Produk yang dijual di toko harganya akan berbeda-beda karena tergantung rantai distribusi dari produsen sampai ke toko, sedangkan MLM harga sama karena langsung melalui tenaga penjual," ujar Djoko.

Djoko berharap pemerintah dapat segera mengeluarkan peraturan pemerintah sebagai tindak lanjut undang-undang tentang perdagang terutama terkait dengan sanksi terhadap kejahatan berkedok MLM.

"Banyak korban dari masyarakat dengan penipuan menggunakan nama MLM seperti penjualan emas, paket Umroh, dan lain sebagainya yang seharusnya dapat dicegah apabila adan sanksi yang jelas," ujar Djoko.

Djoko mengatakan, sementara peraturan pendukung belum keluar berdasarkan regulasi tersebut kita menggunakan peraturan lain untuk mengenakan sanksi melalui beberapa jalur diantaranya melalui Direktorat Perlindungan Konsumen, Direktorat Bina Usaha, dan BKPM.

Namun biasanya perusahaan yang berpraktek money game maupun menggunakan sistem piramida tidak memiliki alamat yang jelas, seperti hanya mencantumkan alamat email dan nomor ponsel saja. Kita biasanya menunggu laporan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti.

 

Baca Juga

Tag: Multi-level Marketing (MLM), penjualan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Istimewa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43