5 Fakta Ekonomi Virtual, Penting Buat Para Pengembang Gim!

5 Fakta Ekonomi Virtual, Penting Buat Para Pengembang Gim! Foto: Unsplash/Screen Post

Manajemen ekonomi virtual mesti berjalan dengan tepat, supaya pengembang gim tak mengambil langkah keliru yang berisiko melahirkan kerugian finansial; akibat masalah yang para pemain alami.

Nah, karena itu, ada sejumlah aspek yang mesti pengembang pertimbangkan; demi menghindari kegagalan ekonomi virtual dalam gim buatannya.

Apa saja aspek yang mesti pengembang perhatikan? Yuk simak fakta-fakta berikut ini!

Baca Juga: Pengamat: Harga Bitcoin Bisa Capai Rp1,4 Triliun Tahun Ini, Tetapi ....

Baca Juga: 5 Fakta di Balik 'Hilangnya' Miliarder Teknologi Jack Ma

1. Gim jadi bentuk ekonomi virtual baru

Di Venezuela, para pemain gim menghabiskan waktu 11 jam demi berburu barang digital menggunakan mata uang asing digital. Apa alasan mereka lakukan itu? Karena bagi mereka, berburu aset digital di gim lebih bernilai daripada uang asli.

Ada pula komunitas gim World of Warcraft; yang dalam 20 tahun terakhir berkembang menjadi wadah kegiatan ekonomi.

Para pemain rela merogoh kocek demi membeli emas di World of Warcraft dan status dalam komunitas. Artinya, mereka tak keberatan membeli barang digital demi gim tersebut. Hal yang sama berlaku untuk pembelian akun PUBG Mobile.

2. Ekonom tertarik dengan ekonomi virutal dalam gim

Karena poin sebelumnya, para ekonom pun berkesempatan memahami perilaku ekonomi dalam ekonomi virtual. Pada akhirnya, mereka berkesempatan memahami minat dan cara seseorang membeli aset digital.

3. Pendapatan ekonomi virtual setara PDB Bulgaria

Dalam ekonomi virtual ada pekerjaan, aset, saluran penjualan, para trader yang beroperasi daring; termasuk platform gim, seperti Fallout dan Minecraft, serta Decentraland dan Second Life.

Bank Pengembangan Asia memprediksi kerugian ekonomi antara 5,8 triliun dolar AS hingga 8,8 triliun dolar AS, membuat banyak pihak mencari jalur virtual demi mempertahankan pemasukan.

Di situlah ekonomi virtual punya peluang. Menurut laporan L’Atelier, ekonomi virtual sekiranya melahirkan 20 pekerjaan baru yang mempekerjakan ratusan ribu orang secara global.

Berkat hal itu, ekonomi virtual menghasilkan total pendapatan bruto 66,2 miliar dolar AS; setara dengan PDB Bulgaria.

4. Ekonomi virtual: lebih besar dari industri film global

Menurut CEO L’Atelier, John Egan, ekonomi virtual terus berkembang masif sejak pandemi COVID-19. Lebih dari 2,5 miliar orang berpartisipasi di dalam industri bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS per tahun.

“(Itu) menjadikan ekonomi virtual lebih besar dari industri film global,” ujar Egan.

5. Ekonomi virtual tak terpengaruh gangguan

Tidak seperti ekonomi fisik, ekonomi virtual tahan terhadap gangguan seperti pandemi saat ini, tambah Egan. Karena itulah, ekonomi virtual semakin menarik bagi jutaan orang; dari para pemain gim, pengembang, hingga pengusaha.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini