Komitmen BRI Bantu UMKM: 1,9 Juta Debitur Naik Kelas

Komitmen BRI Bantu UMKM: 1,9 Juta Debitur Naik Kelas Foto: Sufri Yuliardi

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank yang memiliki portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia berkomitmen mendorong pelaku UMKM naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan UMKM.

Beberapa program BRI bagi UMKM yaitu Training dan edukasi UMKM Naik Kelas, BRI memiliki program BRIncubator dan juga Rumah BUMN (RB). BRIncubator merupakan program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM secara digital dan fokus pada peningkatan kapabilitas UMKM dengan berbasis pelatihan Go-Modern, Go-Digital, Go-Online, dan Go Global.

"Melalui program ini, diharapkan Pelaku UMKM bisa mendapatkan nilai tambah yang signifikan untuk keberlangsungan usaha mereka. Bank BRI menyediakan assesment UMKM Naik Kelas, untuk mengukur sejauh mana UMKM tersebut dalam mengikuti kurikulum pelatihan," kata Aestika saat dihubungi Warta Ekonomi, Selasa (5/1/2021).

Aestika menuturkan, dalam pelaksanaannya BRIncubator menggandeng para pakar UMKM bertaraf lokal maupun nasional. Hingga saat ini tercatat tak kurang 1,9 juta debitur telah naik kelas.

Selain itu, BRI juga membuka akses pasar melalui Indonesia Mall dan BRILIANPRENEUR. Indonesia Mall merupakan platform kerja sama Bank BRI dengan pelaku e-commerce yang bertujuan untuk memfasilitasi UMKM binaan BRI dalam meningkatkan jangkauan penjualan produk mereka.

"Beberapa e-commerce domestik yang telah bekerja sama dengan Indonesia Mall antara lain Tokopedia, Shopee, Blibli, Bukalapak, dan Blanja.com sedangkan untuk e-commerce regional ASEAN yaitu Qoo10," tutur Aestika.

Aestika menuturkan, BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 kali ini diikuti oleh 573 Pelaku UMKM binaan BRI, yang 400 di antaranya mengikuti showcase secara fisik di Jakarta. Pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai bidang usaha meliputi Fashion, Accessories & Beauty, Home Decor & Craft, dan Food & Beverage.

"Sedangkan jumlah buyer internasional yang mengikuti kegiatan business matching sebanyak 82 pembeli dari mancanegara yang berasal dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Timur Tengah, Jepang, Australia, dan lainnya. Dengan kegiatan Business Matching yang mengundang Buyer Internasional ini, akan memberikan market baru dan perluasan pasar bagi para pelaku usaha UMKM, serta akan meningkatkan ekspor dalam negeri," tuturnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini