Akui Pendapatan Bersih Naik 70%, Ini Deretan Target Bisnis Grab Selanjutnya!

Akui Pendapatan Bersih Naik 70%, Ini Deretan Target Bisnis Grab Selanjutnya! Foto: Dok. iSeller

Grab melaporkan lonjakan pendapatan bersih sekitar 70% pada 2020, walau terkena dampak COVID-19 yang mendisrupsi berbagai sektor usaha.

Mengutip KrAsia, Rabu (6/1/2021), kini pendapatan perusahaan meningkat lebih dari 2 kali lipat daripada sebelum pandemi, menurut Presiden Grab Group, Ming Maa.

"Kami terus disiplin berbelanja dan berhati-hati mengelola modal pemegang saham kami," kata Maa.

Baca Juga: Hasil Riset: Volume Dagang Cryptocurrency Cetak Rekor Tertinggi, Hampir Rp950 Juta per Hari!

Baca Juga: Tahun Baru, Skema Bonus Gaji Bos-Bos Apple Akan Ganti, Begini Rinciannya!

Pembelanjaan EBITDA bulanan Grab berkurang sekitar 80% selama setahun terakhir. Ia menambahkan, Grab juga telah mencapai target pertumbuhan serta target profitabilitas.

Maa bilang, "Pengiriman makanan berkontribusi paling besar selama periode ini."

Karena pendapatan bersih yang melonjak hampir 3 kali lipat pada kuartal III 2020, Maa memperkirakan bisnisnya akan mencapai titik impas pada akhir 2021.

Selain karena GrabFood, Maa menyebut bisnis kecil akan jadi kunci sukses Grab. Pada 2020 saja, perusahaan itu telah merangkul hampir 600 ribu mitra penjual baru di negara-negara operasionalnya.

Grab bertujuan melanjutkan fokus pada lebih dari 70 juta UMKM di wilayah Asia Tenggara dengan meluncurkan GrabMerchants--pasar B2B digitalisasi UMKM.

Tak hanya itu, Grab pun baru mengantongi lisensi penuh bank digital di Singapura--dalam konsorsium bersama Singtel. Kemudian, Reuters melaporkan, Grab menargetkan pinjaman berjangka senilai 750 juta dolar AS (sekitar Rp10,4 triliun).

Grab belum menanggapi permintaan berkomentar soal kabar tersebut.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini