Chaos Pendukung di Gedung Kongres, Anggota Partai Republik Bahkan Salahkan Trump

Chaos Pendukung di Gedung Kongres, Anggota Partai Republik Bahkan Salahkan Trump Foto: Antara/REUTERS/Jonathan Ernst

Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertanggung jawab atas serbuan pendukungnya ke Capitol Hill. Para demonstran tidak terima Trump kalah dalam pemilihan presiden 3 November lalu.

"Sekarang kami menyaksikan sampah banana republik di Gedung Kongres Amerika Serikat, Trump, Anda harus menghentikan ini," kata anggota House of Representatives Mike Gallagher di Twitter, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Ratusan Pendukung Trump Terobos Gedung Kongres, Berakhir dengan Rusuh

Banana republik adalah sebutan kasar bagi negara miskin dan biasanya negara tropis yang hanya mengimpor hasil tanam. Gallagher merupakan salah satu anggota Partai Republik yang mendukung Trump. Cicitan tersebut disampaikan setelah pengunjuk rasa memecahkan kaca jendela untuk masuk ke Capitol Hill.

"Presiden bertanggung jawab atas retorikanya yang memanasi," kata anggota House James French Hill di stasiun televisi CNBC.

Pendukung Trump menyerbu aula Gedung Kongres saat sekutu-sekutu Trump mengajukan keberatan mereka atas hasil pemilihan presiden 3 November lalu yang dimenangkan Presiden terpilih Joe Biden. Biden yang akan dilantik pada 20 Januari itu menyebut serbuan pengunjuk rasa sebagai 'pemberontakan'.

Pengunjuk rasa memecahkan jendela, menduduki kantor-kantor, menerobos masuk ke aula Kongres, dan mengancam keselamatan pejabat terpilih. Sekutu dekat Trump, Senator Lindsey Graham, pun sepakat dengan Biden.

"Saya sangat setuju dengan pernyataan Presiden terpilih Biden pada bangsa," kata Graham dalam pernyataannya yang tak menyebutkan nama Trump.

Senator Mitt Romney, salah satu anggota Partai Republik yang kerap mengkritik Trump, langsung menuding Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab. "Apa yang terjadi hari ini adalah pemberontakan, dipicu Presiden Amerika Serikat," kata Romney.

"Mereka yang memilih terus mendukungnya mengambil langkah berbahaya dengan menolak hasil pemilihan yang sah dan demokratis. Hal ini akan selamanya dilihat sebagai serangan ilegal terhadap demokrasi kami yang tak pernah terjadi sebelumnya," kata Romney.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini