Ya Tuhan! Gedung Capitol Jadi Arena Pertumpahan Darah, Pendukung Trump Tewas Didor

Ya Tuhan! Gedung Capitol Jadi Arena Pertumpahan Darah, Pendukung Trump Tewas Didor Foto: Reuters/Stephanie Keith

Gedung kongres Amerika Serikat akhirnya berhasil diamankan pihak keamanan pada Rabu sore waktu setempat, usai beberapa jam dikuasai oleh pendukung Presiden Donald Trump yang menyerbu aula kongres untuk mengganggu pengesahan kemenangan Joe Biden sebagai presiden berikutnya.

Dilansir dari CNBC pada Kamis (7/1/2021), pada pengunjuk rasa dengan bebas menjelajahi kompleks Capitol, termasuk ruang Senat, di mana seorang pria berdiri di kursi presiden Senat dan berteriak, 'Trump memenangkan pemilihan itu!'

Baca Juga: Bye-bye! Aksi Bodoh Pendukung Trump Gak Ubah Fakta, Kongres Pelan-pelan Lanjutkan Sidang

Sementara, beberapa petugas penegak hukum mengatakan seorang wanita yang ditembak di dalam gedung gedung kongres atau capitol meninggal. Hal itu lantara dua alat peledak rakitan ditemukan di halaman Capitol. 

Bahkan, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang wanita jatuh dari jendela pintu di Capitol, tampaknya setelah ditembak oleh petugas penegak hukum yang akan mengamankan situasi.

Sementara itu, Wakil Presiden Mike Pence, yang telah memimpin penghitungan suara Electoral College, dilarikan dari Senat ketika kompleks Capitol diisolasi oleh pendukung Trump yang mulai membanjiri gedung.

Diketahui saat pengambilan suara Electoral College kericuhan pecah di gedung kongres AS, di mana berdasarkan gambar yang tersebar terlihat seorang pengunjuk rasa yang tergantung di balkon ruang Senat, seorang wanita bersimbah darah di atas tandu, dan polisi Capitol menodongkan senjata ke lantai Dewan Perwakilan Rakyat.

Kemudian, anggota kongres terlihat mengenakan alat pernapasan plastik di atas kepala mereka untuk melindungi diri dari gas air mata. Bahkan, gambar pengunjuk rasa yang duduk di meja Pelosi, dengan tulisan tangan bertuliskan, 'KAMI TIDAK AKAN MUNDUR.'

Beberapa jam setelah kerusuhan dimulai, pihak berwenang mulai melemparkan granat flash-bang dan menyebarkan gas air mata ke kerumunan orang di depan gedung Capitol. Kerusuhan ini dinilai sebagai upaya kudeta yang dilakukan pendukung Trump.

Sedangkan, Senator Republik Mitt Romney dari Utah menyalahkan Trump atas kerusuhan itu. “Inilah yang disebabkan oleh presiden hari ini, pemberontakan ini,” kata Romney, calon presiden GOP 2012.

Sebelumnya, Trump dalam rapat umum di luar Gedung Putih, telah mendorong ribuan pendukung untuk berbaris ke Capitol untuk memprotes hasil pemilu.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini