Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden Usai Penyerangan Capitol

Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden Usai Penyerangan Capitol Foto: Getty Images/Samuel Corum

Sejumlah perusuh juga mengepung ruang majelis DPR saat para anggota parlemen berada di dalam. Perusuh menggedor-gedor pintu dan memaksa penundaan pengesahan tersebut. Petugas keamanan bahkan menaruh perabotan untuk menahan pintu ruang majelis dan mengeluarkan senjata api.

Serangan terhadap Capitol adalah puncak dari retorika yang memecah belah dan meningkat selama berbulan-bulan setelah pemilu pada 3 November. Pemicunya, presiden dari Partai Republik, Trump, berulang kali membuat klaim palsu bahwa pemungutan suara dicurangi dan mendesak para pendukungnya untuk membantu membalikkan kekalahannya.

Trump bersikeras membuat klaim palsu bahwa dia telah memenangkan pemilu. Namun, belakangan Trump mulai melunak. "Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta menunjukkan kepada saya, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari," kata Trump dalam pernyataan yang diunggah di Twitter oleh juru bicara Gedung Putih Dan Scavino.

Sejumlah anggota kongres ternama dari Partai Republik menyampaikan kritik keras atas Trump, dan menyalahkan dia atas kekerasan pada hari itu.

"Tak ada keraguan bahwa Presiden telah membentuk massa itu. Presiden memancing massa, dia memantik api itu," ujar Kepala Konferensi Partai Republik DPR, Liz Cheney, mengatakan dalam cuitan di Twitter.

Senator Partai Republik, Tom Cotton yang juga pimpinan konservatif dari Arkansas, menyeru agar Trump menerima kekalahannya dalam pemilu dan berhenti menjerumuskan warga Amerika menuju kekerasan massal. 

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini