Pendukung Trump Bikin Onar Jelang Pelantikan Joe Biden, Ini Reaksi Pemimpin Dunia

Pendukung Trump Bikin Onar Jelang Pelantikan Joe Biden, Ini Reaksi Pemimpin Dunia Foto: Reuters/Stephanie Keith

Para pemimpin dunia pada Rabu (6/1) mengecam aksi pendukung Donald Trump yang tak legowo menerima hasil kekalahan Pilpres dan menyerbu Gedung Capitol AS, tempat rapat para anggota Kongres sebagai upaya untuk membatalkan hasil pemilihan 3 November yang dimenangkan oleh Joe Biden.

Dunia pun ikut-ikutan mengecam aksi pendukung Trump yang telah mencoreng Paman Sam sebagai negeri yang jadi kiblat demokratisasi di dunia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres "sedih" dengan kejadian di Capitol AS, kata juru bicaranya.

"Dalam keadaan seperti itu, penting bagi para pemimpin politik untuk memberi kesan kepada pengikut mereka akan perlunya menahan diri dari kekerasan, serta untuk menghormati proses demokrasi dan supremasi hukum," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Tak ketinggalan, China sebagai rival AS dalam perang dagang juga melontarkan kecaman serupa. Kedutaan Besar China mengeluarkan peringatan di laman resminya pada hari Rabu, yang memperingatkan warga China untuk memperkuat tindakan pencegahan terkait keamanan, sehubungan dengan "demonstrasi skala besar" di Washington D.C. dan jam malam diumumkan oleh pemerintah setempat.

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam sebuah cuitan di Twitter. "Peralihan kekuasaan yang tertib dan damai harus dilanjutkan. Proses demokrasi tidak boleh dibiarkan tumbang melalui protes yang melanggar hukum."

"(Saya) Sedih melihat berita tentang kerusuhan dan kekerasan di Washington DC," kata 

Jepang juga tidak mau berkomentar soal gaya politik Trump dan menyerahkan hal itu ke internal AS.

"Kami menolak mengomentari gaya politik Presiden Trump karena ini tentang urusan dalam negeri AS," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato kepada wartawan.

"Tapi kami berharap dapat melihat demokrasi di Amerika Serikat mengatasi situasi sulit ini, ketenangan dan harmoni dipulihkan, dan transisi kekuasaan yang damai dan demokratis."

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini