Presiden Ini Masih Percaya Konspirasi Penyebaran Covid-19 Lewat Vaksin

Presiden Ini Masih Percaya Konspirasi Penyebaran Covid-19 Lewat Vaksin Foto: REUTERS/Michael Erman, Julie Steenhuysen

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan perusahaan asing tidak boleh melakukan tes vaksin Covid-19 ke rakyat Iran. Hal ini disampaikan usai Pemimpin Tertinggi Iran melarang vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

"Perusahaan asing ingin memberi kami vaksin sehingga mereka bisa melakukan tes terhadap warga Iran, tapi kementerian kesehatan mencegahnya," kata Rouhani dalam pidatonya yang disiarkan televisi tanpa menyebutkan nama perusahaan asing tersebut.

"Rakyat kami tidak akan menjadi alat tes untuk perusahaan pabrik vaksin, kami akan membeli vaksin asing yang aman," tambahnya seperti dikutip Middle East Monitor, Senin (11/1).

Pada Jumat (8/1) lalu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan AS dan Inggris 'tidak dapat dipercaya'. Secara konspiratif, ia menuduh dua negara itu ingin menyebarkan virus corona ke negara lain.

Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut ia menambahkan Iran bisa mendapatkan vaksin dari tempat yang lebih dapat dipercaya. China dan Rusia merupakan sekutu Iran, yang menjadi negara paling terdampak pandemi virus corona di Timur Tengah.

Ketegangan antara Washington dan Teheran semakin memburuk sejak 2018. Kala itu Presiden AS Donald Trump mengeluarkan Negeri Paman Sam dari kesepakatan nuklir atau Joint Comprehensive Plan of Action dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi ke Iran.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini