Sedih! Orang Utan Sumatera Tertua di Dunia Terpaksa Disuntik Mati, Ini Alasannya...

Sedih! Orang Utan Sumatera Tertua di Dunia Terpaksa Disuntik Mati, Ini Alasannya... Foto: Oregon Zoo/Michaek Durham

Diserahkan ke kebun binatang pada 1961

Oregon Zoo mengatakan tanggal lahir Inji sebenarnya tak diketahui secara pasti. Diyakini, ia lahir di alam liar pada 1959 atau 1960.

Ia masuk ke Amerika Serikat melalui perdagangan satwa liar, yang saat itu masih legal. Oleh sang pemilik, Inji diserahkan kepada Oregon Zoo pada 1961. Diperkirakan umur Inji sekitar satu tahun ketika diserahterimakan kepada pihak kebun binatang pada 30 Januari 1961.

"Kami senang bisa menjadi rumah yang menyenangkan bagi Inji ... kami sedih saat mengingat bagaimana ia sampai di sini," ujar Asaba Mukobi, staf di kebun binatang.

Ia mengatakan perdagangan satwa liar sudah dilarang, namun bisa ada pasar-pasar gelap.

"[Pasar gelap] ini adalah salah satu ancaman terbesar bagi orang utan," katanya. Ancaman lain adalah perluasan permukiman dan kegiatan manusia dan aktivitas kebun-kebun kelapa sawit.

"Orang utan di ambang kepunahan, terutama orang utan Sumatera, tempat Inji berasal," kata Mukobi.

Tiga spesies orang utan termasuk terancam punah. Sebagian besar berada di Kalimantan, yang berjumlah sekitar 55.000 ekor. Jumlah orang utan Sumatera sekitar 15.000 sedangkan orang utan Tapanuli sekitar 800 ekor.

Staf di kebun binatang Oregon berencana memberikan penghormatan bagi Inji ketika pengelola membuka habitat baru untuk simpanse dan orang utan, yang rencananya akan dibuka pada kuartal pertama tahun ini.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini