Bio Farma: Vaksin Covid-19 Sinovac Siap Disuntik ke Tenaga Kesehatan

Bio Farma: Vaksin Covid-19 Sinovac Siap Disuntik ke Tenaga Kesehatan Foto: Antara/M Agung Rajasa

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, vaksin Covid-19 asal Sinovac bernama CoronaVac sudah siap digunakan di Indonesia.

Hal ini seiring dengan penerbitan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) kepada CoronaVac pada Senin, (11/1/2021).

Baca Juga: Erick Thohir: Vaksin Sinovac Aman, Berkhasiat, dan Halal

"Sampai dengan hari ini, vaksin Covid-19 sudah tiba di Dinas Kesehatan Provinsi, untuk selanjutnya diberikan kepada tenaga kesehatan sesuai kebutuhan," kata Honesti dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1/2021).

Kepala Badan POM Penny Lukito menuturkan bahwa izin penggunaan darurat ini ditandai dengan adanya nilai efikasi (kemanjuran) setara dengan 65,3% yang diambil dari laporan interim 3 bulan pascasuntikan kedua dari Uji Klinis Fase 3 yang dilaksanakan di Bandung sejak Agustus 2020 yang lalu, yang diberikan kepada 1.620 relawan.

“Angka 65,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit Covid-19 hingga 65,3%," tutur Lukito, Selasa (12/1/2021).

Angka 65,3% di Bandung juga akan disandingkan dengan angka efikasi di Brazil yang menghasilkan 78 persen dan Turki menghasilkan angka 91 persen. Hasil efikasi dari ketiga negara tersebut tercatat di atas ambang batas efikasi yang sudah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 50%.

Selain efikasi, BPOM juga mengevaluasi kemampuan tubuh dalam menghasilkan antibodi (imunogenisitas) dan juga kemampuan antibodi dalam menetralkan virus SARS-COV2 yaitu sebesar 99,23%.

BPOM juga sudah memastikan bahwa Sinovac sebagai produsen CoronaVac sudah memenuhi aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari sisi kualitas dengan melakukan audit dan pengawasan mulai dari bahan baku.

Proses pembuatan hingga produk jadi vaksin ini juga sesuai dengan penilaian data dukung vaksin, seperti audit yang dilakukan di Sinovac Life Science pada akhir Oktober 2020 dan fasilitas fill and finish yang terletak di Bio Farma, Bandung, pada awal tahun 2021.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan, selain dari Badan POM, vaksin Covid-19 pun telah mendapat fatwa halal dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac dan sertifikasinya diajukan oleh Bio Farma ada Halal dan Suci," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, Selasa (12/1/2021).

Selanjutnya, Bio Farma akan terus mendistribusikan vaksin CoronaVac untuk tenaga kesehatan yang tersebar di 34 provinsi. Tercatat, sampai dengan tanggal 11 Januari 2021, sudah sebanyak 1.060.440 dosis CoronaVac yang disebarkan untuk tenaga kesehatan.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini