Bukan Main! Dampak Merger Gojek dan Tokopedia Gak Main-Main

Bukan Main! Dampak Merger Gojek dan Tokopedia Gak Main-Main Foto: Tokopedia

Merger unicorn seperti Gojek dengan Tokopedia diharapkan dapat mendongrak penjualan produk lokal. Jika hal ini bisa terwujud, dampaknya akan sangat terasa bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, merger Gojek dengan Tokopedia bisa berdampak terhadap perekonomian nasional apabila penjualan lokal atau domestik bisa dioptimalkan. "Sisi ekonomi sangat tergantung apakah penjualan domestik di Tokopedia dioptimalkan. Bila impor, tidak ada banyak untungnya," ujar Aviliani di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Bukan Isu Monopoli, Catat Baik-Baik! Merger Tokopedia Gojek Berikan Dampak Positif Bagi Konsumen

Dia menyarankan, bila merger terlaksana, perlu meminimalisasi penjualan barang impor terutama untuk barang konsumtif. "Bila hanya impor, buat apa? Bila tidak produksi di sini, nilai tambah kecil," sebutnya.

Untuk itu, dia berharap dengan merger Tokopedia dengan Gojek maka kekuatan ekspansi makin tinggi. Dengan begitu, bisa membawa barang dari Indonesia merambah pasar luar negeri terutama untuk di regional Asia Tenggara. Di sisi lain, dia meminta isu dominasi pasar atau monopoli yang mungkin menjadi perhatian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diminta agar dinilai secara lebih bijak.

"Menurut saya, tidak relevan antara isu asing vs tidak asing. KPPU tak boleh dianggap ini dominasi pasar karena kita punya Undang-Undang (UU) Persaingan Usaha, kan. Trennya ke depan ini pasti akan ada banyak perusahaan yang akan merger dan akuisisi," ungkapnya.

Kacamata KPPU, menurutnya, memang tidak bisa hanya lihat dari satu sisi saja. Perlu melihat perspektif lain bahwa persaingan ini sehat. Rencana merger Tokopedia dengan Gojek sebagai praktik bisnis yang wajar karena ekosistem akan terjadi dengan sendirinya. "Dengan win-win solution," terusnya.

Tokopedia adalah platform jual beli barang dan menjadi salah satu e-commerce yang menguasai pasar. "Sementara, Gojek punya ekosistem layanan transportasi, makanan, dan lainnya. Gojek belum punya e-commerce. Dengan merger, keduanya makin besar," jelasnya.

Dia menuturkan, ekosistem digital yang lebih kuat berpotensi terbangun dari penggabungan dua entitas tersebut. Terlebih, Gojek segera menjadi salah satu pemilik bank dengan keunggulan digital, yaitu Bank Jago. "Maka, toko-toko yang berada dalam Tokopedia bisa dengan mudah mendapat pinjaman dari bank tersebut. Terbangunlah ekosistem digital," jelasnya.

Hal tersebut akan terjadi secara lebih efisien. Aviliani mengatakan, tanpa kolaborasi, seandainya masing-masing pihak membuka layanan sendiri-sendiri maka akan membutuhkan investasi dengan dana yang besar.

"Sedangkan dengan bergabung jadi lebih cepat membangunnya. Maka kalau mau jual sebagian saham, buat Gojek tentu untung dapat data banyak dari Tokopedia. Karena mereka dapat tawarkan kredit ke seller di Tokopedia," imbuhnya.

Menurut Ketua Umum Yayasan Next Indonesia Unicorn (NextICorn) Daniel Tumiwa, dampak merger Gojek dengan Tokopedia sangat signifikan. Termasuk bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia. "Sangat (signifikan). Kalau bicara ekonomi digital Indonesia, langkah ini akan lebih mempercepat perkembangan ekonomi kita," paparnya.

Jika terealisasi, lanjut dia, merger Gojek dengan Tokopedia juga akan membuat kedua entitas bergerak sangat cepat. Memiliki keleluasan menjalankan berbagai hal yang saat ini mungkin masih terbentur sejumlah kendala.

"Memperluas jangkauannya dengan penawaran yang lebih lengkap. Tidak terhambat dengan isu-isu ego, proses, prosedur, ataupun hal teknis lainnya. Fokus untuk bisa sesegara mungkin mengangkat ekonomi Indonesia dengan pemberdayaan yang sudah dibawa oleh insititusi masing masing selama ini," ungkap Daniel.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini