Tragis! Saham Perusahaan Farmasi Malah Dibuang saat Vaksin Mulai Disuntikkan

Tragis! Saham Perusahaan Farmasi Malah Dibuang saat Vaksin Mulai Disuntikkan Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Vaksin Covid-19 CoronaVac buatan perusahaan asal China, Sinovac telah mulai dilakukan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona (SARS-CoV-2), Rabu, 13 Januari 2021. Penyuntikan vaksin dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sayangnya, hal tersebut direspon negatif oleh pasar. Pada perdagangan hari ini harga saham perusahaan farmasi seperti PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kalbe farma Tbk (KLBF) dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) malah meleleh paling parah di pasar modal.

Saham Kimia Farma terjerembab 6,81% atau 475 poin ke harga Rp6,500 per saham dari Rp6,975 per saham. Padahal pagi tadi saham KAEF sempat menyentuh level tertinggi di posisi Rp7,350 per saham.

Senasib dengan KAEF, saham Indofarma juga luluh 6,81% atau 475 poin ke harga rp6,500 per saham dari Rp6,975 per saham. Saham INAF juga sempat melayang ke harga Rp7,350 per saham pagi ini.

Sementara, saham Kalbe farma turun 5,06% atau 85 poin ke level Rp1,595 per saham dari Rp1,680 per saham. Saham kalbe pun sempat merangkak naik hingga ke posisi Rp1,715 per saham di sesi I perdagangan hari ini.

Nasib tragis juga menimpa saham Itama Ranoraya yang baru kembali diperdagangkan. Di awal perdagangan saham IRRA sempat menyentuh level Rp4,390 per saham lalu langsung drop hingga ke harga Rp3,450 per saham. Saat ini harga saham IRRA berada di posisi Rp3,450 per saham melemah 6,76% atau 250 poin dari Rp3,700 per saham.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini