Uni Eropa Nilai Pemulihan dan Ekonomi Hijau Prioritas

Uni Eropa Nilai Pemulihan dan Ekonomi Hijau Prioritas Foto: Reuters/Francois Lenoir

Uni Eropa (UE) mendorong Indonesia tidak mengabaikan aspek perlindungan lingkungan hidup di tengah upaya memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemic Covid-19.

“Untuk pemulihan ekonomi dan mengatasi krisis iklim, anda tidak punya pilihan selain melakukan dalam waktu yang bersamaan untuk menyeimbangkannya. Jadi pemulihan hijau akan memimpin menjadi tujuan yang akan kita utamakan dalam tujuh tahun ke depan yakni pertumbuhan berkelanjutan,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket pada Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Persepsi Negatif Masyarakat Uni Eropa Dorong Penggunaan Label Bebas Minyak Sawit

Vincent mengatakan meski anggaran negara akan lebih banyak dialokasikan untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, pemerintah Indonesia tidak melupakan ekonomi hijau.

“Apapun yang kita lakukan untuk membawa ekonomi ke jalan awal harus cocok dengan iklim dengan sasaran pertumubuhan yang berkelanjutan. Kami pun siap membantu bagi negara anggota Uni Eropa yang sedang melakukan transisi . Anda akan banyak mendengar kesepakatan hijau. Ini adalah suatu kebijkan yang besar yang dibuat oleh Uni Eropa,” tegas Vincent.

Sementara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan Indonesia dan UE telah membuat sejumlah kerjasama terutama dalam mengatasi krisis kesehatan saat ini dan mengatasi perubahan iklim. Kerja sama UE dan Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi, sistem kesehatan, pendidikan, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan.

Suharso menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah salah satu prioritas pembangunan yang implementasinya menjadi target semua sektor. Pihaknya pun yakin upaya mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas hanya dapat dicapai jika di waktu yang sama juga melakukan upaya pelestarian lingkungan.

Kami sadar bahwa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal memastikan upaya pemulihan ekonomi sejalan dengan pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

Uni Eropa (UE) adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 negara anggota. Ke 27 negara anggota tersebut antara lain Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slowakia, Slovenia, Spanyol, dan Swedia.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini