Holding PTPN III Terima Pengalihan Aset Rp6 Triliun

Holding PTPN III Terima Pengalihan Aset Rp6 Triliun Foto: Antara/Novrian Arbi

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui anak usahanya PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menerima pengalihan Barang Milik Negara (BMN) dari Kementrian Pertanian miliknya senilai Rp6 triliun.

Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Imelda Alini mengatakan pengalihan ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah No.79 Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia.

Baca Juga: Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Resmi Luncurkan Indonesia Plantation Institute

Menurut Imelda, usai Kementerian Keuangan menyelenggarakan penatausahaan penyertaan modal, kemudian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk melakukan penambahan modal perseroan.

"Penambahan modal disetor yang berasal dari aset eks BMN Kementerian Pertanian. Perubahan modal disetor perseroan ini merupakan bagian dari perubahan anggaran dasar yang mendapat persetujuan Kementerian Hukum dan HAM dan tertuang dalam Akta Notaris,” ungkap Imelda di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Imelda menyatakan aset BMN senilai Rp6 triliun akan digunakan untuk kepentingan penelitian, pengembangan dan pengadaan benih, dikelompokkan berdasarkan fungsinya yakni tanah, bangunan serta peralatan dan mesin. Aset tersebut di antaranya tanah untuk kebun percobaan, bangunan gedung laboratorium permanen, instalasi, hingga alat dan mesin.

Dengan adanya pengalihan BMN ini, selanjutnya Holding PTPN III (Persero) dan PT RPN telah membentuk tim untuk menindaklanjuti pemanfaatan aset BMN . Tim ini kemudian mengkaji proses pemanfaatan dan dokumen yang diperlukan dan menyusun rencana bisnis/pengembangan usaha PT RPN.

Imelda mengungkapkan rencana optimalisasi aset RPN saat ini di antaranya kebun percobaan karet, sawit, kopi arabika, kakao, hingga kerja sama agrowisata atau ecopark.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini