Ya Nasib Ya Nasib! Kimia Farma hingga Indofarma Berdarah-Darah, Siapa Paling Parah?

Ya Nasib Ya Nasib! Kimia Farma hingga Indofarma Berdarah-Darah, Siapa Paling Parah? Foto: Sufri Yuliardi

Badai koreksi menghantam deretan saham farmasi yang beberapa waktu lalu menjadi bintang pasar modal. Saham Kimia Farma dan Indofarma adalah dua di antaranya yang harus berdarah-darah sepanjang sesi pertama, Kamis 14 Januari 2021. Lantas, dari keempat saham farmasi yang memerah, siapakah yang paling parah?

Saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menjadi saham farmasi dengan koreksi paling dalam pada sesi I siang ini, yakni menembus -9,96% ke level Rp3.210 per saham. Bahkan, saham IRRA sudah terkena auto reject bawah (ARB) sejak menit-menit awal perdagangan bursa hari ini. Baca Juga: Kasus Gugatan IKEA, Manajemen Hero Supermarket: Kami Tidak Tahu

Padahal, tiga hari yang lalu saham IRRA mendapat suspensi dari BEI lantaran bergerak liar dan beberapa kali menyentuh auto rejeck atas (ARA). Secara akumulatif, saham IRRA mengalami kenaikan 35,44% dalam sepekan atau setara dengan 141,35% dalam sebulan terakhir. Baca Juga: Rupiah Sakti Mandraguna, Dolar AS dan Banyak Mata Uang Tak Berdaya!

Saham farmasi dengan koreksi terparah berikutnya adalah PT Indofarma Tbk (INAF). Pada penutupan sesi pertama, INAF memerah sedalam -6,92% ke level Rp6.050 per saham. Senasib dengan IRRA, saham INAF pun terkena ARB pada awal perdagangan setelah sebelumnya sempat menyentuh level Rp6.300 per saham. Dalam sepekan, saham INAF membukukan penguatan sebesar 32,68% atau setara dengan apresiasi sebulan terakhir yang mencapai 47,92%.

Nasib yang sama nahasnya juga dialami oleh saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Sejak hari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana di Indonesia, saham KAEF terus anjlok hingga akhirnya terkena ARB pada perdagangan Kamis ini.

Menutup sesi pertama, saham KAEF ditutup merah -6,92% ke level Rp6.050 per saham. Kalau dihitung-hitung, saham KAEF sudah melonjak drastis hingga 25,26% dalam sepekan. Sementara itu, akumulasi penguatan saham KAEF dalam sebulan terakhir tercatat sebesar 45,08%.

Berikutnya, saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencetak koreksi paling kecil di antara tiga saham sebelumnya. Pada jeda siang, saham PYFA terparkir di zona merah dengan koreksi -6,88% ke level Rp1,285 per saham. Level tersebut sekaligus menjadi yang terendah sejak pembukaan pasar pagi tadi.

Seperti saham-saham farmasi lainnya, saham PYFA juga berlari kencang dalam beberapa hari terakhir lantaran ditopang oleh sentimen vaksin Covid-19. Hanya dalam sepekan, saham PYFA sudah naik hingga 24,76% atau selisih tipis dari akumulasi kenaikan dalam sebulan ini yang tercatat sebesar 21,23%.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini