Guru Besar USU yang Hina SBY dan AHY Ungkap Tidak Ada Kata Menghina

Guru Besar USU yang Hina SBY dan AHY Ungkap Tidak Ada Kata Menghina Foto: Sufri Yuliardi

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Yusuf Leonard Henuk menyatakan siap menghadapi proses hukum terkait cuitannya di Twitter. Ia dituding menyerang Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dengan menyebut 'Bapak Mangkrak Indonesia' dan menyerang putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono dengan menyebut AHY bodoh sekali di akun twitternya.

Akibat cuitan itu, kader Partai Demokrat melaporkan Henuk ke Polda Sumut, Rabu 13 Januari 2021. Laporan itu, tentang Pidana UU nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Pasal 27 Ayat 3 diduga dilakukan guru besar Fakultas Pertanian itu.

Henuk mengatakan sudah menunjuk tim kuasa hukum untuk menghadapi proses hukum yang akan dijalani ini. Ia menilai bahasa atau kata bodoh itu tidak ada menghina, merendahkan atau mencemarkan nama baik orang lain.

"Ya, itu salah, bodoh masih lebih bagus dari pada dungu. Lebih parah lagi, idiot. Idiot itu tidak bisa diubah lagi," kata Henuk saat dikonfirmasi VIVA, Sabtu 16 Januari 2021

Henuk menegaskan akan menghargai proses hukum, dan mengikuti segala tahapan penyidikan. Bila dirinya, dimintai keterangan atau diperiksa oleh penyidik kepolisian di Polda Sumut. Ia menyebutkan tidak ada maksud menghina orang lain dalam cuitannya tersebut.

"Tingkat paling rendah itu, idiot dan di tengah dungu. Sedangkan, bodoh masih hebat. Jadi, tidak ada bahasa menghina itu," tutur Henuk.

Sementara itu, partai Demokrat sudah mengumpulkan barang bukti terkait proses hukum merendahkan, menghina dan mencemarkan nama baik mantan Presiden ke-6 itu, untuk menjadi bahan pertimbangan proses hukum yang menjerat Henuk.

Sebelumnya, Henuk dalam akun Twitternya, @ProfYLH menyebut AHY bodoh sekali. Ia menyampaikan demikian karena merespons pernyataan AHY soal tragedi kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182.

AHY menyampaikan melalui akun Twitter yang kemudian beberapa media massa mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat itu menjadi artikel. Henuk menyebut sepanjang sejarah jatuhnya pesawat tak pernah ada error pemerintah yang jadi penyebabnya.

“YthKetua Umum@PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali, karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia tak pernah ada "GOVERNMENT ERROR" penyebabnya. Tapi "7 FAKTOR"(http://indonesiabaik.id/infografis/7-faktor-penyebab-jatuhnya-pesawat).Maaf kau bodoh turunan,belajar lagi AHY!" tulis Henuk yang dikutip VIVA pada Selasa, 12 Januari 2021.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini