Ibarat Sudah Jatuh Eh Tertimpa Tangga: Perusahaan Milik Bakrie Rugi Besar-Besaran!

Ibarat Sudah Jatuh Eh Tertimpa Tangga: Perusahaan Milik Bakrie Rugi Besar-Besaran! Kredit Foto: Officespace.co.id

Suspensi berkepanjangan hingga potensi (delisting) terdepak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) seakan tak cukup menjadi beban bagi perusahaan telekomunikasi milik keluarga Bakrie, yakni PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, kini Bakrie Telecom harus menanggung kerugian hingga puluhan miliar rupiah.

Merujuk ke laporan keuangan perusahaan, Bakrie Telecom mencatatkan kerugian bersih senilai Rp60,17 miliar per September 2020. Nilai tersebut berbanding terbalik dengan periode 31 Desember 2019 lalu, di mana Bakrie Telecom berhasil mencetak keuntungan sebesar Rp7,17 miliar. Baca Juga: Senin, 18 Januari 2021: Rupiah Memerah Darah di Asia dan Dunia!

Pendapatan usaha yang terpangkas menjadi salah satu faktor yang membuat lengan bisnis Bakrie Group ini merugi. Bakrie Telecom membukukan pendapatan usaha bersih sebesar Rp3,04 miliar pada September 2020 atau 24,38% lebih rendah dari Desember 2019 lalu yang mencapai Rp4,02 miliar. Baca Juga: Puji Tuhan! Sifat Asli Komjen Listyo yang Calon Kapolri Terbongkar, Bikin Lemas..

Dari bisnis jasa telekomunikasi dan teknologi informasi, Bakrie Telecom mencetak pendapatan kotor sebesar Rp8,10 miliar. Namun, capaian tersebut harus tergerus oleh beban pokok pendapatan yang angkanya menembus Rp5,07 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2020. Baca Juga: Habis Cari Duit Buat Bayar Utang, Perusahaan Milik Bakrie Lapor Sudah Caplok Tambang Emas

Pada dasarnya, Bakrie Telecom berhasil menekan signifikan rugi usaha, yakni dari yang awalnya Rp23,28 miliar pada Desember 2019 menjadi Rp7,68 miliar pada September 2020. Namun, pada saat yang sama beban keuangan mengalami pembengkakan hebat, yakni dari yang hanya Rp15 juta pada Desember 2019 menjadi Rp71,57 miliar pada September 2020.

Kondisi tersebut diperparah oleh laba selisih kurs yang justru merosot. Bakrie Telecom mencetak laba selisih kurs sebesar Rp195,83 miliar pada Desember 2019 dan kemudian turun menjadi Rp24,49miliar pada September 2020. Inilah yang kemudian memangkas keuntungan perusahaan hingga berujung merugi besar-besaran.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini