Sahabat Elon Musk: Dia Berbeda dengan Manusia Lainnya

Sahabat Elon Musk: Dia Berbeda dengan Manusia Lainnya Foto: Reuters/Mike Blake

Bos Tesla, Elon Musk meninggalkan rumahnya di Afrika Selatan dan pindah ke Kanada untuk mendaftar kuliah di Queen's University di Kingston, Ontario. Selama tahun pertamanya di musim gugur 1990, Musk berteman dengan Navaid Farooq saat tinggal di asrama yang sama.

Dilansir dari CNBC Make It di Jakarta, Senin (18/1/21) hal tersebut menurut buku "Elon Musk: Tesla, SpaceX, dan Quest for a Fantastic Future" oleh Ashlee Vance.

Farooq merupakan seorang Kanada yang dibesarkan di Jenewa. Hidup dalam jarak yang begitu dekat, Farooq belajar banyak tentang Musk.

Baca Juga: Ketika Elon Musk dan Jeff Bezos Rebutan Posisi Orang Terkaya di Dunia

"Saat Elon melakukan sesuatu, dia mengembangkan tingkat minat yang berbeda ini dibandingkan orang lain," kata Farooq dalam buku Vance. "Inilah yang membedakan Elon dari umat manusia lainnya."

Farooq mengingat ketika video game strategi Civilization dirilis pada tahun 1991, keduanya menghabiskan waktu berjam-jam bermain bersama.

"Elon bisa kehilangan dirinya selama berjam-jam," kata Farooq.

"Kami adalah tipe orang yang bisa sendirian di sebuah pesta dan tidak merasa canggung. Kita bisa berpikir sendiri dan tidak merasa canggung secara sosial tentang hal itu." tambah Farooq.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini