Kisah Orang Terkaya: Philip Ng, Miliarder Properti Singapura yang Sangat Taat kepada Tuhan

Kisah Orang Terkaya: Philip Ng, Miliarder Properti Singapura yang Sangat Taat kepada Tuhan Kredit Foto: Photo: sgmoneymatters

Salah satu orang terkaya di Singapura, Philip Ng adalah CEO dari Far East Organization yang merupakan pengembangan properti dan grup investasi milik keluarga yang beroperasi di Singapura, Malaysia, dan Australia. Ng juga menjadi Direktur Sino Group yang berbasis di Hong Kong, anak perusahaan Far East Organization, yang terlibat dalam aktivitas real estate di Hong Kong dan China.

Philip Ng adalah putra almarhum maestro real estate, Ng Teng Fong, yang memulai Far East Organization pada tahun 1960. Pada tahun 2019, Philip Ng muncul di 'Daftar 300' Tatler Singapura, daftar tersebut berisi orang-orang paling kuat dan berpengaruh di negara itu. Hari ini, ia dikenal sebagai pengusaha yang saat taat kepada Tuhan.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Robert Ng, Pengembang Properti Terkaya di Hong Kong dan Singapura

Hingga pada tahun 2020, Philip Ng dan saudaranya, Robert Ng berada di peringkat kelima dalam daftar '50 Terkaya Singapura' versi Forbes dengan total kekayaan sekitar USD13,3 miliar atau setara dengan Rp186 triliun. (kurs Rp14.053)

Pemilik nama lengkap Philip Ng Chee Tat lahir pada 16 September 1958 dari pendiri Far East Organisation, Ng Teng Fong dan Tan Kim Choo. Dia memiliki enam saudara kandung, termasuk Robert Ng yang merupakan Ketua perusahaan pengembangan properti yang berbasis di Hong Kong, Sino Group.

Philip Ng belajar teknik sipil di University of London dan lulus dengan gelar Bachelor of Science kehormatan kelas satu pada tahun 1983. Dia melanjutkan studi pasca sarjana di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di mana dia memperoleh dua gelar Master di bidang Teknologi dan Kebijakan dan Tata Kota pada tahun 1985.

Sebagai seorang pengusaha yang sangat mapan pada hari ini, Philip Ng memulai karirnya pada tahun 1986 di perusahaan pengembangan properti yang berbasis di Hong Kong, Sino Group. Menurut pernyataan Departemen Dalam Negeri (MHA) tahun 2004, ia juga menjabat sebagai Direktur perusahaan.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini