Bank Rusia Luncurkan Platform Blockchain Sendiri di 2021

Bank Rusia Luncurkan Platform Blockchain Sendiri di 2021 Foto: Unsplash/Hitesh Choudhary

Sberbank, bank milik negara terbesar di Rusia, dilaporkan telah mengajukan aplikasi ke Bank Rusia untuk meluncurkan platform blockchain untuk stablecoin "Sbercoin"-nya. Sergey Popov, direktur bisnis transaksi di Sberbank, mengumumkan berita tersebut pada 21 Januari di acara keuangan lokal yang dilaporkan kantor berita Rusia, Interfax.

Pada "Transformasi digital dan prospek untuk mengatur ekonomi digital", Popov mengatakan bahwa Sberbank mengajukan permohonan ke bank sentral pada awal Januari, menjelaskan bahwa prosedur pendaftaran biasanya memakan waktu tidak lebih dari 45 hari. Dengan demikian, bank mungkin meluncurkan platform dan stablecoinnya pada musim semi tahun ini, kata pejabat itu. Namun, Sberbank masih mencari cara untuk memajaki Sbercoin.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Inggris Gunakan Sistem Blockchain Pantau Penyimpanan Vaksin Covid-19

"Kemungkinan besar proyek ini akan diluncurkan pada musim semi. Ada satu masalah lagi yang belum terselesaikan sepenuhnya, yakni terkait pengenaan pajak atas aset keuangan digital. Namun, kami berharap pertanyaan ini segera terselesaikan," kata Popov dikutip dari Cointelegraph, Jumat (22/1/2021).

Popov dilaporkan menambahkan bahwa Sberbank "siap untuk bekerja dengan mata uang fiat seperti itu" dari sudut pandang teknologi sejauh ini. "Kami telah menyelesaikan pengujian internal untuk melihat bahwa solusinya bekerja," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sberbank menyampaikan berita tentang pengembangan token Sbercoin aslinya pada akhir November, menyusul spekulasi jangka panjang tentang rencana ini. Pengumuman terbaru Sberbank datang tak lama setelah Rusia secara resmi mengadopsi undang-undang crypto "On Digital Financial Assets" pada 1 Januari 2021.

Pada akhir 2020, Anatoly Aksakov, anggota Duma Negara Rusia, mengatakan bahwa Komite Pasar Keuangan Duma mengharapkan penerbitan kripto Rusia melonjak setelah adopsi undang-undang kripto baru negara itu.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini