Jual Saham Baru ke Masyarakat, Perusahaan Migas Milik Keluarga Bakrie Kantongi Duit Triliunan

Jual Saham Baru ke Masyarakat, Perusahaan Migas Milik Keluarga Bakrie Kantongi Duit Triliunan Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Energi Mega Persada Tbk (ENGR) akhirnya menetapkan harga pelaksanaan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue sebesar Rp126 per lembar saham. Dalam Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) itu, perseroan menerbitkan sebanyak 14.47 miliar saham baru Seri B atau sebanyak 58,33 persen. Sehingga ENRG meraih dana sebesar Rp1.82 triliun.

"Dalam rangka pelaksanaan PUT III, para pemegang saham ENRG menyetujui rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 30 November 2020, dengan hasil keputusan menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)," tulis Direksi ENRG dalam keterbukaan Informasi, Jumat (22/1/2021). 

Baca Juga: Butuh Duit Buat Bayar Utang, Smartfren Putuskan Jual Saham ke Publik

Dimana, setiap pemegang 100 saham perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 23 Maret 2021 pukul 16.00 WIB, berhak atas 140 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan.

PT Bakrie Kalila Investment yang akan bertindak sebagai pembeli siaga, wajib mengambil dan membeli sisa saham sebanyak-banyaknya 14.479.050.978 Saham Baru, yang tidak diambil bagian oleh Pemegang Saham atau Pemegang Bukti HMETD. Sehingga, Bakrie Kalila Invesmnet akan memegang 58,33 persen saham perseroan usai right issue.

Sedangkan Valbury Sekuritas Indonesia akan menyusut kepemilikannya menjadi 5,64 persen dari sebelumnya sebanyak 13,53 persen; Greenwich International Ltd menjadi 4,03 persen dari 9,66 persen; Reign Inter Investment UBS AG Singapura turun menjadi 3,6 persen dari 8,68 persen, Eternal Capital turun ke angka 3,35 persen dari 8,038 persen, masyarakat turun ke 25,03 persen dari 60,07 persen.

Rencananya, perseroan akan menggunakan dana hasil right issue sebesar Rp613.56 miliar untuk akuisisi 250.000 lembar saham atau 25 persen dari total saham Energi Mega Pratama Inc.

Pada saat ini, perseroan memiliki saham Perusahaan Target sebesar 50 persen dari total saham, sehingga setelah PUT III, perseroan akan memiliki 75 persen saham Perusahaan Target. Adapun sebesar Rp92.330.131.075 dana dari right issue akan digunakan untuk pembayaran kewajiban sehubungan dengan pinjaman dari Golden Glades Ltd.

Baca Juga: Tak Semua Berdarah Kok, Ini Saham-saham yang Masih Berkilau Hingga Mentok ke Titik Tertinggi

Sementara, sebesar Rp460.85 miliar dari right issue akan digunakan untuk peningkatan penyertaan Perseroan kepada salah satu Entitas Anak Perseroan, yaitu EMP International (BVI) Ltd. dimana dana hasil penyertaan dimaksud, seluruhnya akan digunakan oleh EIBL untuk pembayaran sebagian kewajiban sehubungan dengan pinjaman EIBL kepada pihak ketiga, yaitu Pacific Sun Special Situations Fund B Ltd.

Kemudian sebesar Rp61.7 miliar akan digunakan untuk pemberian pinjaman kepada beberapa Entitas Anak Perseroan, yaitu EMP Malacca Strait S.A. (EMP MS) dan PT EMP Energi Terbarukan (EMP ET), dimana pinjaman dimaksud seluruhnya akan digunakan oleh EMP MS dan EMP ET untuk pembayaran kewajiban sehubungan dengan pinjaman kepada Stallion Investment Pte. Ltd.

Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka membiayai kegiatan usaha ENRG dan/atau Entitas Anak. Tanggal efektif pernyataan pendaftaran pada tanggal 9 Maret 2021, sedangkan pelaksanaan HMETD jatuh pada tanggal 25-31 Maret.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini