Gegara Terima Puluhan Pasien Covid-19 Anyar, Pelayanan RS di Jerman Terpaksa Tutup

Gegara Terima Puluhan Pasien Covid-19 Anyar, Pelayanan RS di Jerman Terpaksa Tutup Foto: Unsplash/Glen Carrie

Otoritas Kesehatan Jerman memutuskan mengkarantina RS Humboldt di Berlin, setelah 20 pasien dan staf rumah sakit tersebut dinyatakan positif mengidap varian yang lebih menular dari virus corona yang ditemukan di Inggris, dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Situs berita Jerman, Deutsche Welle (DW) menyebut, untuk mencegah virus tersebut merajalela, staf rumah sakit bahkan tak boleh pergi ke mana-mana. Kecuali ke rumah sakit, tempat mereka bekerja. 

Baca Juga: Ya Tuhan! Jerman Temukan Corona Varian Baru yang Beda dari Covid-19 Inggris

Vivantes yang merupakam operator RS terbesar di Jerman memprediksi, jumlah orang yang terinfeksi varian B117 di RS Humboldt, masih akan meningkat.

"Dalam kondisi seperti ini, pasien baru dan gawat darurat akan dialihkan ke RS lain," kata juru bicara Vivantes seperti dikutip Reuters, Minggu (24/1/2021).

Berdasarkan laporan John Hopkins University, Jerman yang berada di peringkat 10 negara paling terdampak Covid sedunia, mencatat 2.137.689 dengan 51.873 angka kematian.

Di tengah situasi ini  warga Jerman memprotes lambannya program vaksinasi Covid. Namun, pada Kamis (21/1) , Kanselir Jerman Angela Merkel meminta warganya untuk bersabar dan berhenti mengeluhkan hal tersebut.

Merkel juga tetap bertahan pada pendiriannya, untuk memperpanjang lockdown demi membendung laju penyebaran Covid-19.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini