Ada Pandemi, Trafik Peti Kemas Pelindo 1 Mampu Tumbuh 6,35%

Ada Pandemi, Trafik Peti Kemas Pelindo 1 Mampu Tumbuh 6,35% Kredit Foto: WE

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 tetap mampu mencatat kinerja positif sepanjang 2020. Hal ini dicapai berkat sejumlah strategi yang dilakukan perusahaan antara lain mendorong investasi di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, mempercepat inovasi dan implementasi digital, serta meningkatkan kolaborasi dan partnership.

"Meskipun secara umum kondisi usaha dan bisnis cukup berat pada 2020, Pelindo 1 tetap mencatatkan pertumbuhan di sejumlah segmen usaha. Dengan demikian, Pelindo 1 bisa mempertahankan kesinambungan pertumbuhan dari tahun ke tahun," kata Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pelindo III Ajak Penyintas Covid-19 Gotong Royong Donor Plasma Konvalesen

Dani mengatakan, kinerja positif perseroan ditopang segmen bongkar muat peti kemas yang tumbuh 6,35% dari 1,33 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) pada 2019 menjadi 1,42 juta TEUs pada 2020.

"Peningkatan bongkar muat peti kemas ini lebih banyak didorong oleh perdagangan domestik," ucapnya.

Di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang merupakan terminal peti kemas terbesar milik Pelindo 1, tercatat bongkar muat peti kemas di terminal domestik sepanjang 2020 mencapai 575.300 TEUs atau naik 7,85% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 533.406 TEUs.

Adapun bongkar muat peti kemas untuk tujuan ekspor-impor sebesar 557.983 TEUs, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan bongkar muat peti kemas yang signifkan terjadi di Pelabuhan Kuala Tanjung dengan pertumbuhan sebesar 125%. Sementara, kontribusi terbesar disumbang oleh Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan dengan porsi mencapai 80% dari total bongkar muat peti kemas Pelindo 1.

Pelabuhan Pelindo 1 yang melayani bongkar muat peti kemas berada di wilayah Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Pekanbaru, Tanjungpinang, Sibolga, Lhokseumawe, Malahayati, Gunungsitoli, dan Tanjung Balai Karimun.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini