Buka-bukaan Sri Mulyani: Lembaga Pengelola Investasi RI Mirip dengan India

Buka-bukaan Sri Mulyani: Lembaga Pengelola Investasi RI Mirip dengan India Foto: Fajar Sulaiman

Lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) sudah banyak dibentuk oleh berbagai negara. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan, pembentukan SWF ini memiliki tujuan, sumber dana, entitas, serta karakteristik investor yang berbeda.

Salah satu SWF yang dinilai memiliki kemiripan dengan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang dibentuk Indonesia adalah National Investment & Infrastructure Fund (NIIF) India. NIIF kini memiliki aset US$3 miliar dari internal maupun Foreign Direct Investment (FDI).

Baca Juga: Ekonomi Masih di Jurang Minus, Sri Mulyani Tetap Optimis

"Tujuannya mendapatkan financial return dan juga dalam upaya menarik FDI lebih banyak, menggandeng co investment partner dan perkembangan sektor infrastruktur jangka panjang. Ada miripnya dengan yang sedang kita bangun di SWF kita," kata Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR, Senin (25/1/2021).

Kata dia, NIIF juga berbentuk trust yang diinvestasikan langsung oleh Pemerintah India. Sementara untuk pengawasannya dilakukan oleh komite yang diketuai oleh menteri keuangan, sama seperti LPI yang saat ini tengah dibentuk oleh Pemerintah Indonesia.

Selain India, Norwegia juga memiliki SWF dengan nama Norges Bank atau Norwegian Oil Fund. Lembaga ini mengelola total dana lebih dari US$1 triliun yang berasal dari hasil minyak bumi untuk investasi ke publicly listed company secara jangka panjang.

"Investment appetite mereka paling tinggi adalah investasi dalam bentuk ekuitas, 60 persen dari modalnya atau asset under management Norges adalah dalam bentuk ekuitas. Entitas dan framework regulasinya ini badan khusus dikelola di bawah bank sentral. Landasan hukumnya Government Petroleum Fund Act seperti UU khusus," katanya.

Sementara itu, Singapura juga memiliki lembaga serupa, yaitu Government of Singapore Investment Corporation (GIC). Dengan dana kelolaan mencapai US$440 miliar, lembaga SWF milik Singapura ini hanya mengelola dana internal untuk tujuan tertentu.

"Fokus tujuannya mendapat financial return dengan fokus public listed company dengan investasi jangka panjang dan juga portofolio investasi terdiri dari berbagai aset kelas seperti global equity, bonds, private equity, dan real estate," tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini