Pertamina Salurkan Bright Gas untuk 41 Dapur Umum di Sulbar

Pertamina Salurkan Bright Gas untuk 41 Dapur Umum di Sulbar Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Pertamina Regional Sulawesi menyalurkan ratusan tabung bright gas gratis ke sejumlah dapur umum di posko pengungsiang korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sepuluh hari pascagempa 6,2 Magnitudo yang melanda Mamuju dan Majene, Pertamina terus bergerak membantu pemulihan kehidupan masyarakat Sulawesi Barat.

“Ada sekitar 218 tabung bright gas sudah kita distribusikan ke titik-titik dapur umum untuk membantu masyarakat di pengungsian Mamuju dan Majene,” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Mursali, Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, Pertamina Borong Produk UMKM hingga Rp4,4 Triliun

Mursali mengatakan, ratusan tabung bright gas tersebut didistribusikan ke 41 titik dapur umum, terdiri dari 122 tabung kapasitas 5,5 kilogram dan 96 tabung berkapasitas 12 kilogram.

Diharapkan bantuan ini dapat menyokong keberadaan dapur umum yang menyediakan makanan siap saji bagi warga di posko-posko pengungsian, mengingat hingga saat ini aktivitas perekonomian belum berjalan normal karena banyak kios, toko ataupun swalayan yang menyediakan kebutuhan pokok masih tutup dan rusak akibat gempa.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulbar, Bau Akram mengatakan sangat bersyukur karena selain bantuan tabung bright gas, pertamina juga memberikan bantuan 50 unit kompor high pressure di dapur-dapur umum yang dikoordinir oleh relawan dari berbagai kota kabupaten seperti Palu, Makassar, dan sekitarnya.

“Ini sangat memudahkan kami. Bahkan beberapa kompor yang kami gunakan saat ini merupakan bantuan Pertamina Peduli saat gempa Palu 2018,” kata Akram.

Satgas Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Sulbar melaporkan sebanyak 89.624 warga Kabupaten Mamuju dan Majene masih mengungsi pascagempa bumi 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah itu pada Jumat (15/1/2021) dinihari.

Para pengungsi korban gempa itu tersebar di 249 titik pengungsian di Kabupaten Mamuju dan 20 titik di Kabupaten Majene.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini