Putin Terima Panggilan Telepon dari Biden, Kira-kira Apa Topiknya?

Putin Terima Panggilan Telepon dari Biden, Kira-kira Apa Topiknya? Foto: AP Photo

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk pertama kalinya berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya sejak mengambil alih kekuasaan via telepon.

Itu terjadi ketika Biden menyesuaikan kebijakan AS dengan cara yang lebih kuat terhadap Rusia setelah pendahulunya, Donald Trump menolak untuk menghadapi Putin secara langsung.

Baca Juga: Seperti Cari Perhatian ke Joe Biden, Taiwan Laporkan Latihan Militer China di Wilayahnya

Menurut juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, topik pembicaraan termasuk proposal Biden untuk memperpanjang perjanjian senjata nuklir New START dengan Rusia selama lima tahun dan dukungan kuat AS untuk kedaulatan Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia yang sedang berlangsung.

Perjanjian pengendalian senjata nuklir, yang akan berakhir pada 5 Februari mendatang, membatasi AS dan Rusia untuk mengerahkan tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis.

Psaki mengatakan Biden juga mengangkat kasus tokoh oposisi Alexei Navalny , yang dipenjara setelah kembali ke Moskow pekan lalu dalam kasus yang meningkatkan ketegangan antara Rusia dan AS.

Biden juga menyuarakan keprihatinan tentang serangan siber besar-besaran Solar Winds yang dituduhkan pada Rusia dan laporan bahwa Rusia menawarkan hadiah kepada gerilyawan Taliban karena membunuh pasukan AS di Afghanistan .

Pada saat yang sama, Biden juga berusaha untuk memperbaiki hubungan aliansi yang tegang antara Amerika Serikat dan Eropa dengan menekankan dalam panggilan telepon ke Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bahwa Washington akan mematuhi perjanjian pertahanan timbal balik NATO.

"Presiden Biden menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk pertahanan kolektif di bawah Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara dan menggarisbawahi komitmennya untuk memperkuat keamanan transatlantik," ujar Psaki seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/1/2021).

Panggilan telepon Biden dengan Stoltenberg terjadi sehari setelah dia berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

"Presiden berterima kasih kepada sekretaris jenderal (NATO) atas kepemimpinannya yang teguh di aliansi, dan menyampaikan niatnya untuk berkonsultasi serta bekerja dengan sekutu mengenai berbagai masalah keamanan bersama, termasuk Afghanistan, Irak, dan Rusia," ucap Psaki.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini