Bank Sentral Singapura: Cryptocurrency Dapat Gantikan Emas, Asalkan ....

Bank Sentral Singapura: Cryptocurrency Dapat Gantikan Emas, Asalkan .... Foto: Unsplash/André François McKenzie

Mata uang kripto (cryptocurrency) yang terbit secara pribadi tak akan mungkin menggantikan mata uang nasional; namun, itu dapat menggantikan aset seperti emas.

Melalui penelitian terbaru, Bank Sentral Singapura menyatakan cryptocurrency berpotensi menggantikan emas; bila berhasil menghadapi rintangan berupa kepercayaan, volatilitas, penerimaan peraturan, dan risiko reputasi.

Setelah mengatasi itu, Bank Singapura menyatakan, "Mata uang kripto juga dapat berfungsi sebagai portofolio investor sebagai aset investasi aman dan diversifikasi aset."

Baca Juga: Anak Buah Joe Biden: Kami Akan Lindungi Jaringan Telekomunikasi dari Ancaman ....

Baca Juga: Volume Perdagangan Bitcoin Meningkat Hingga Ratusan Triliun di 2020

Ada beberapa poin yang Bank Sentral Singapura soroti, sebagaimana Warta Ekonomi lansir dari The National, Kamis (28/1/2021). Pertama, investor memerlukan institusi terpercaya untuk mengelola mata uang digital dengan aman.

Kepala Ekonomi Bank Sentral Singapura, Mansoor Mohi-uddin berujar, "Kedua, likuiditas perlu ditingkatkan secara signifikan guna mengurangi colatilitas ke tingkat yang lebih mungkin dikontrol."

Sebab, kepemilikan yang terkonsentrasi dan volume pasar yang kecil mendorong volatilitas cryptocurrency; salah satu hambatan besar dalam penggunaan mata uang kripto di dunia nyata--menurut catatan penelitian Bank Lombard Odier di Swiss.

"Bitcoin sangat tak stabil karena reli selama setahun terakhir, dari 4 ribu dolar AS, menjadi lebih dari 40 ribu dolar AS, kemudian turun lagi ke 30 ribu dolar AS," nilai Mohi-uddin.

Menurutnya, dalam krisis keuangan, investor berpotensi membuang mata uang kripto--seperti yang terjadi pada awal pandemi, Maret 2020.

"Namun, peningkatan partisipasi investor institusional--seperti manajer aset--dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan likuiditas, lalu menurunkan volatilitas dan mendorong harga fundamental," begitu menurut Bank Sentral Singapura.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini