Seorang Pentolan Tinggi ISIS Dihabisi di Irak

Seorang Pentolan Tinggi ISIS Dihabisi di Irak Kredit Foto: Reuters/Ali Hashisho

Pasukan keamanan Irak telah membunuh seorang komandan ISIS Abu Yaser al-Issawi di Irak. Hal ini dinyatakan oleh Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi dalam cicitannya di Twitter.

"Angkatan bersenjata heroik kami telah melenyapkan komandan Daesh Abu Yaser al-Issawi sebagai bagian dari operasi yang dipimpin intelijen," ujar Kadhimi dalam Twitternya, Kamis (28/1/2021).

Baca Juga: Dukung NATO, Turki Kirim Ahli Militernya ke Medan Tempur di Irak

Pekan lalu, ISIS mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri kembar yang menewaskan sedikitnya 32 orang di pasar Baghdad yang padat. Itu adalah pengeboman bunuh diri besar pertama di Irak selama tiga tahun.

Pihak berwenang Irak mengatakan serangan itu kemungkinan pertanda bahwa kelompok ISIS bangkit kembali setelah kekalahan militernya pada 2017.

Direktur lembaga think tank Institut Timur Tengah yang berbasis di Washington, Charles Lister, mengatakan terbunuhnya Abu Yaser al-Issawi adalah sebuah berita besar. Karena, al-Issawi adalah pemimpin seluruh operasi ISIS di Irak.

"Jika ini benar-benar dikonfirmasi, itu berita penting, al-Issawi memimpin seluruh operasi ISIS di Irak. Layak menunggu bukti yang lebih substantif," ujar Lister dalam Twitternya.

Serangan bunuh diri terhadap sasaran sipil adalah taktik dari pemberontakan Muslim Sunni selama pendudukan Amerika Serikat di Irak, setelah invasi yang menggulingkan Saddam Hussein pada 2003.

Banyak dari pemberontak yang kemudian direkrut oleh ISIS yang militannya menyapu sepertiga Irak pada 2014.

Pada 2017, kelompok ISIS telah diusir dari semua wilayah yang mereka kuasai di Irak. Pemimpin tertinggi kelompok tersebut yakni Abu Bakr al-Baghdadi meninggal dalam serangan AS di Suriah pada 2019.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini