Kenaikan Cukai Rokok dan Tarif Tol Sumbang Inflasi di Januari 2021

Kenaikan Cukai Rokok dan Tarif Tol Sumbang Inflasi di Januari 2021 Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2021 tercatat sebesar 0,26% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,45% (mtm).

Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan inflasi kelompok volatile food dan deflasi kelompok administered prices, sementara inflasi inti masih mencatat kenaikan.

"Secara tahunan, inflasi IHK Januari 2021 tercatat 1,55% (yoy), menurun dari inflasi bulan lalu sebesar 1,68% (yoy)," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Bank sentral mencatat kelompok administered prices Januari 2021 mengalami deflasi sebesar 0,19% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,35% (mtm). Deflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh normalisasi penurunan tarif angkutan, khususnya angkutan udara, pascalibur akhir tahun.

Baca Juga: Cabai Rawit Hingga Tarif Tol Penyumbang Utama Inflasi Januari

Namun demikian, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas rokok kretek filter seiring berlanjutnya transmisi kenaikan cukai tembakau dan inflasi tarif jalan tol seiring penyesuaian tarif di beberapa ruas tol.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memutuskan untuk menaikkan tarif hasil cukai tembakau sebesar 12,5%. Sementara PT Jasa Marga menaikkan tarif tol di sejumlah ruas tol sejak 17 Januari 2021.

"Secara tahunan, komponen administered prices inflasi sebesar 0,34% (yoy), meningkat dari 0,25% (yoy) pada bulan sebelumnya," ungkapnya.

Baca Juga: Jasa Marga Sesuaikan Tarif Enam Ruas Tol Mulai 17 Januari 2021, Berikut Daftar Lengkapnya....

Sementara itu, inflasi inti Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm), meningkat dari inflasi bulan Desember 2020 sebesar 0,05% (mtm).

Peningkatan inflasi inti secara bulanan ini disumbang terutama oleh komoditas nasi dengan lauk seiring dampak lanjutan inflasi kelompok volatile food. Secara tahunan, inflasi inti sebesar 1,56% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan inflasi Desember 2020 sebesar 1,60% (yoy).

"Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan harga komoditas nonpangan dunia yang relatif stabil," tukasnya.

Sedangkan kelompok volatile food inflasi 1,15% (mtm) pada Januari 2021, lebih rendah dari capaian pada Desember 2020 sebesar 2,17% (mtm).

Tekanan inflasi kelompok volatile food terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, ikan segar, tempe, dan tahu mentah, seiring tertahannya pasokan dan kenaikan harga komoditas pangan global.

"Peningkatan inflasi kelompok volatile food yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi komoditas telur ayam ras dan bawang merah. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 2,82% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,62% (yoy)," jelas Erwin.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini