Elektabilitas PDIP Turun Karena Suap Bansos, Pengamat: Masuk Akal dan Wajar

Elektabilitas PDIP Turun Karena Suap Bansos, Pengamat: Masuk Akal dan Wajar Foto: Antara/Wahyu Putro A

Pengamat Politik dari Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah menilai masuk akal jika kasus dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek menjadi pemicu turunnya elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Adapun kasus bansos itu menjerat eks Menteri Sosial Juliari Batubara yang juga mantan wakil bendahara PDIP.

"Masuk akal jika kasus bansos menjadi pemicu turunnya elektabilitas PDIP," ujar Dedi Kurnia Syah yang juga sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini kepada SINDOnews, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: KPK Konfirmasi Saksi Perantara Suap Ihsan Yunus PDIP

Hal tersebut dikatakannya menyikapi survei New Indonesia Research & Consulting yang menyebut elektabilitas PDIP turun namun tetap unggul di antara partai politik lainnya. Elektabilitas PDIP sebelumnya naik dari 29,3% pada survei Juni 2020 menjadi 31,4% pada survei Oktober 2020.

Tetapi pada survei terakhir, elektabilitas PDIP merosot hingga 23,1%. "Bagaimanapun isu bansos bergulir dan alami pemberitaan yang dimungkinkan melibatkan banyak kader PDIP, juga terkait kasus Harun Masiku yang kian jauh dari titik terang," tutur Dedi.

Di samping itu, Dedi menilai mengesankan jika elektabilitas PDIP menurun dalam survei. "Mengingat catatan terdahulu PDIP termasuk parpol yang sulit terpengaruh mengingat kader dan pemilih yang loyal," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini