KOL Stories x Zupercapt: Dengan Kekuatan Iklan, Omzet Akan Menghampirimu

KOL Stories x Zupercapt: Dengan Kekuatan Iklan, Omzet Akan Menghampirimu Foto: Instagram/zupercapt

Di era digital seperti saat ini, pemasaran melalui internet atau digital marketing menjadi keharusan. Tak ayal, digital marketing menjadi andalan semua pebisnis baik yang kecil maupun yang besar. Karena, teknik promosi secara digital ini tidak hanya sebatas pada proses penjualan saja, tetapi juga mencakup proses branding dan membangun hubungan dengan target pasar.

Untuk melakukan pemasaran melalui internet atau digital marketing, ada banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan melakukan digital campaign yang menerapkan strategi social media marketing dan pemasangan iklan berbayar.

Baca Juga: Catat! Begini Tips Digital Marketing Ala Renaldy Pujiansyah

Sama seperti iklan pada umumnya, digital marketing juga tidak selalu berhasil dengan baik. Pemilihan metode dan juga media yang digunakan merupakan beberapa hal yang bisa menyebabkan kegagalan sebuah iklan. Semua ini patut menjadi perhatian, sebelum akhirnya memutuskan untuk menerapkan iklan di dalam bisnis yang dijalankan.

Lalu, bagaimana penerapan iklan bisnis yang efektif dan sesuai dengan tujuan, serta sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan di awal? Warta Ekonomi melalui KOL Stories berinisiatif untuk membedah hal tersebut bersama dengan Captain Zuper, CEO dari PT Zuper ID. Captain Zuper ini berhasil menghasilkan omzet miliaran rupiah dalam enam bulan pertama di bisnis toko online.

Sebagai seorang digital marketing mentor, menurut Anda, apa saja sih faktor-faktor yang menentukan tingkat efektivitas dari sebuah iklan?

Di sini saya ingin mengerucutkan terlebih dahulu di iklan media sosial, tepatnya Facebook dan Instagram. Untuk iklan media sosial, ada tiga hal yang memengaruhi keberhasilan iklan. Pertama, bahasa iklan itu sendiri atau ads creative. Ads creative terdiri dari gambar, video, serta copywriting-nya. Ini menjadi hal yang sangat menentukan karena setiap orang akan scrolling di media sosial untuk melihat hiburan.

Ketika iklan kita tidak membuat orang berhenti scrolling dan meng-klik iklan tersebut, itu sudah gagal. Jika kita sudah membuat ads creative yang baik, berikutnya adalah landing page kita, halaman penawaran produk kita.

Di landing page itu berisi foto-foto produk, testimoni, fitur-fitur produk, dan berbagai hal lainnya yang dapat meyakinkan orang untuk membeli, termasuk harga. Di bagian ini dapat ketahuan keberhasilan penjualan produk kita. Jika kita gagal membuat landing page yang menarik, orang tidak akan membeli.

Ketiga, ketika orang sudah tertarik, akan berlanjut ke WhatsApp, atau mengisi form, atau menuju ke marketplace. Bagian ini juga sangat menentukan, terutama saat di WhatsApp. Jika kita slow respons, seperti ada chat pelanggan masuk di jam tujuh pagi dan kita balas di jam lima sore, orang sudah tidak mau beli.

Lalu apa sih sebenarnya digital marketing itu?

Jadi, digital marketing adalah teknik atau strategi pemasaran secara online. Semua upaya promosi melalui online adalah digital marketing, entah dengan cara gratis seperti postingan Instagram, atau kita menggunakan WhatsApp untuk menyebarkan penawaran ke teman-teman kita. Agar digital marketing kita bisa menghasilkan penjualan yang bagus, ada sistemnya, seperti menggunakan landing page agar penjualan yang dihasilkan bisa lebih maksimal dibandingkan hanya menggunakan WhatsApp saja.

Seberapa besar pengaruh digital marketing terhadap penjualan bisnis online?

Kunci utama digital marketing adalah traffic. Traffic itu sendiri terbagi menjadi dua: traffic gratis dan traffic iklan. Contohnya, di Instagram, kita bisa menggunakan digital marketing secara gratis. Misalnya, kita bisa membuat konten setiap harinya sampai followers kita bertambah. Kedua, misalnya kita tidak bisa membuat konten, tetapi mempunyai produk yang bagus, kita bisa menggunakan iklan berbayar.

Apa saja channel digital marketing yang ada saat ini?

Ketika berbicara keduanya, mana yang paling baik, saya mengatakan ada empat traffic yang paling bagus. Ada Instagram, Youtube, Tiktok, dan Facebook. Keempatnya mempunyai platform iklan berbayar dan organiknya juga bagus. Jika teman-teman sebelumnya memiliki bisnis offline dan ingin merambah ke dunia digital, kuasai empat platform itu terlebih dahulu.

Keempat platform tadi memiliki ciri khasnya masing-masing. Instagram menawarkan konten berbentuk gambar. Youtube memiliki ciri khas dengan konten berbentuk video. Tiktok berisi video pendek dan apa adanya. Facebook memiliki tipikal audiens yang suka belajar dan berumur 28 tahun ke atas. Instagram dan Facebook memiliki platform yang paling bagus sejauh ini.

Sebelum memutuskan untuk melakukan branding melalui channel-channel yang ada, apa saja sih yang perlu diperhatikan?

Menurut saya, kita harus memanfaatkan semuanya karena pengguna di Facebook, Instagram, Tiktok, dan Youtube memiliki selera yang berbeda. Jika kita mempunyai semuanya, kita bisa menjangkau beberapa tipe audiens. Ketika kita mempunyai banyak channel dan kita dapat muncul di mana saja, personal branding kita akan makin kuat.

Di Facebook, kita harus punya backround yang bagus dan cukup hanya posting tiga konten saja sebelum diiklankan. Berbeda dengan Instagram karena behaviour-nya berbeda. Kalau di Facebook, kita bisa langsung klik dan baca landing page, sedangkan di Instagram, orang tidak hanya lihat iklan, tetapi masuk ke profil.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Konversi Penjualan dalam Digital Marketing

Kalau followers-nya masih sedikit, mungkin orang akan kurang percaya. Jadi, kebanyakan bisnis baru cenderung untuk beli followers sebagai dasar. Maksudnya adalah jika orang mengklik, maka akan terlihat banyak followers-nya. Setelah itu siapkan konten, story, beserta highlights-nya, kemudian iklankan. Tentunya siapkan landing page-nya juga karena itu adalah inti dari informasi produk.

Setiap konten memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, ada konten yang harus kita remake. Misalnya, saya punya video di Youtube, kemudian saya cut untuk bisa masuk di Tiktok. Jadi saling mengisi karena konten lama masih bisa digunakan di platform lain. Untuk itu, dibutuhkan tim yang matang.

Memang mempunyai keempat platform itu bagus. Namun, jika tim kita terbatas dan membuat bisnis tidak jalan atau terhambat, bangun di satu platform terlebih dahulu. Idealnya, tim tersebut juga harus memiliki tugas yang berbeda-beda. Namun, bagi yang masih membangun, biasanya dikerjakan sendiri.

Adakah rumus yang bisa dijadikan acuan, misalnya berapa persen budget yang dikeluarkan untuk memperoleh target penjualan yang diharapkan?

Ini yang sering saya tekankan kepada teman-teman yang berada di kelas Zupercapt saya. Banyak yang bertanya seputar budget yang dibutuhkan agar sampai profit itu berapa. Saya balikkan pertanyaannya kepada mereka: Kalau kamu ada budget iklan berapa per bulan?

Budget yang saya maksud adalah khusus untuk iklan dan jika habis, tidak akan mengganggu kehidupan kamu, jadi tidak menggunakan uang tabungan atau uang belanja, apalagi uang pinjaman. Jadi harus mempunyai anggaran.

Ketika kita punya anggaran sebesar lima ratus ribu pun, itu sudah cukup untuk iklan. Cukup atau tidak, harus dites. Sebulan pertama, tetapi budget sebesar itu belum bisa menghasilkan, maka setop dahulu, kemudian bulan depan coba kembali karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Karena iklan ini tidak langsung profit, butuh analisa benar dan salah. Ada prosesnya.

Apakah setiap sektor bisnis memiliki karakter digital marketing yang berbeda-beda?

Tentunya based on product. Ketika kita beriklan, pasti kita memiliki segmen. Ada segmen anak sekolah, segmen orang kerja, dan segmen anti-aging untuk 38 tahun ke atas. Jadi, dari produk ini sendiri kita bisa menentukan segmen umurnya berapa, behaviour-nya apa, dan ketertarikan mereka.

Untuk masalah lokasi, ini tergantung. Jika kita biasa menjual produk retail, biasanya pembeli berasal dari Jabodetabek. Kalau saya sendiri tergantung supplier, saya pertama mengiklan di wilayah Pulau Jawa terlebih dahulu. Kenapa? Sering kali saya beriklan di luar Pulau Jawa, kebanyakan orang berat di ongkos kirim yang mahal sehingga tidak jadi membeli. Daripada terhambat, akhirnya saya filter saja khusus Pulau Jawa atau Jabodetabek saja.

Bolehkah dibagikan rahasia sukses digital marketing versi Captain Zuper?

Jadi untuk teman-teman, terutama yang pemula, terus terang saya juga dulu memulai bisnis digital saya dari nol. Hal yang paling penting untuk bisa sukses di digital marketing adalah ilmu. Jadi, kita berada di era di mana digital marketing sangat powerful saat ini. Kita dengan modal kecil dapat bersaing dengan bisnis yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu karena bisa menguasai digital marketing.

Investasikan di ilmu, ikut e-course atau workshop untuk menguasai sebuah skill. Ilmu itu bisa tentang Facebook ads, Instagram ads, atau bisa tentang marketplace, jadi pilih salah satu ilmu untuk dikuasai. Belajar, praktikkan, fokus hingga kurang lebih satu tahun bisa menjadi master atau bisa menghasilkan. Dari situ kita bisa tahu jalannya mau ke mana. Itu yang dulu saya lakukan.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini