Survei Global Facebook ungkap 74,12% Orang Indonesia Bersedia Ikut Vaksin

Survei Global Facebook ungkap 74,12% Orang Indonesia Bersedia Ikut Vaksin Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Facebook membagikan sebuah data terbaru dari survei global yang dilakukan oleh University of Maryland. Survei ini merupakan hasil kerjasama dengan Facebook.

Survei tersebut menunjukkan per hari ini, 74,12% orang di Indonesia yang memberikan respon bersedia untuk menerima vaksin COVID-19.

Baca Juga: Dahulu Diragukan, Kini Ada 15 Negara yang Pakai Vaksin Sputnik V karena...

Responden dari Indonesia yang mengikuti survei ini berjumlah 717.593 orang. Total, survei ini dilakukan kepada 41,8 juta orang di seluruh dunia.

"Sebagai bagian dari program Data for Good kami, Facebook bekerjasama dengan mitra akademis untuk mengambil sampel dari orang-orang di Facebook untuk berpartisipasi dalam survei di luar platform. Dengan lebih dari 39 juta respons hingga saat ini di 200 negara dan wilayah sejak April 2020, ini adalah salah satu survei terbesar untuk membantu peneliti kesehatan memantau dan memperkirakan penyebaran COVID-19 dengan lebih baik. Survei dilakukan oleh mitra akademis kami dan Facebook tidak menerima respon dari survei tersebut," tulis perusahaan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/2/2021).

Perusahaan juga mengaku akan menggelontorkan sejumlah bantuan untuk mempromosikan vaksin.

Facebook berencana memberikan bantuan US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,68 triliun dalam bentuk kredit iklan untuk membantu kementerian kesehatan, LSM dan badan-badan PBB menjangkau miliaran orang di seluruh dunia dengan informasi tentang pencegahan penyakit dan vaksin COVID-19.

Perusahaan juga menyebut akan membantu melawan balik klaim bohong atau hoaks tentang Covid-19 yang beredar di platform perusahaan.

"Selama setahun terakhir, lebih dari 2 miliar orang dari 189 negara terhubung ke informasi tepercaya tentang virus Corona melalui Pusat Informasi COVID-19 kami, dan Facebook telah menghapus lebih dari 12 juta konten di Facebook dan Instagram yang berisi misinformasi yang membahayakan hingga menyebabkan cedera fisik," pungkas perusahaan.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini