Kebal Pandemi, Laba Bersih Bank Kalsel Meroket 23,04% di 2020

Kebal Pandemi, Laba Bersih Bank Kalsel Meroket 23,04% di 2020 Kredit Foto: Bank Kalsel

Bank Kalsel membuktikan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi tahun lalu tidak berdampak besar terhadap kinerja perusahaan. Seakan kebal Pandemi, laba (setelah pajak) Bank Kalsel di 2020 tumbuh 23,04% menjadi Rp196,50 Miliar dibanding realisasi tahun 2019 lalu yang hanya mencapai Rp159,70 Miliar.

"Pencapaian indikator keuangan utama ini, Alhamdulillah berada di atas rata-rata peer group BPD BUKU II seluruh Indonesia," ujar Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2020 dan RUPS Luar Biasa (LB) Tahun 2021 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kemarin.

Sementara dari sisi aset, jika di tahun 2019 lalu Bank Kalsel mampu membukukan Rp13,95 Triliun, maka pada tahun 2020 ini naik menjadi Rp14,85 Triliun.

"Jika dipersentasekan ada kenaikan hingga mencapai 6,43% per Desember 2020," terang Agus.

Baca Juga: Bank Kalsel Teken MoU dengan Taspen Life, Awali Sinergi 'Merah-Putih' Bersama BUMN

Kemudian dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja pertumbuhannya juga mengalami kenaikan hingga 9,57% dari tahun 2019. Jika tahun 2019 lalu DPK hanya mencapai Rp10,97 Triliun, maka di tahun 2020 naik menjadi Rp12,02 Triliun.

Untuk Kredit dan Pembiayaan pada tahun 2020 naik menjadi Rp11,19 Triliun, dimana pada tahun 2019 lalu capaiannya sebesar Rp10,45 Triliun. Artinya ada kenaikan sebesar 7,13%. Dari pencapaian tersebut, Kredit Produktif yang meliputi Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi menyumbang sekitar 46,22%.

"Ini tentunya sudah sangat baik seiring dengan komitmen Bank Kalsel yang ingin menggeliatkan sektor ekonomi produktif di Banua, dimana pada tahun 2020 membukukan Rp5,17 Triliun naik 3,82% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp4,98 Triliun," tukasnya.

Adapun pada RUPS ini, seluruh Pemegang Saham sepakat menerima Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Pertanggungjawaban Direksi, Penunjukan KAP untuk audit Tahun Buku 2021 dan Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) yang menjadi agenda dalam RUPS Tahunan.

Sementara untuk RUPS LB, seluruh Pemegang Saham juga sepakat menerima Laporan Permodalan, tindaklanjut hasil audit KAP dan Pembagian Laba/Hasil Usaha, termasuk dividen, yang disampaikan oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank Kalsel.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini