Doyan Belanja Online Tapi Ingin Hidup Hemat, Tekan Dengan Strategi Ini...

Doyan Belanja Online Tapi Ingin Hidup Hemat, Tekan Dengan Strategi Ini... Kredit Foto: Unsplash/Austin Distel

Semenjak tersedia belanja online dan kartu kredit, kegiatan belanja menjadi lebih mudah. Ketika berbelanja semudah ini, tidak heran banyak yang akhirnya melakukan pembelian impulsif.

Belanja impulsif itu merupakan kebiasaan belanja hal tidak penting secara berlebihan. Hal ini tentu akan merugikan dan membuat boros keuangan.

Baca Juga: Aduan Belanja Online Melonjak Selama Pandemi

Nah, seperti dilansir dari Real Simple, Jumat (12/2/2021) berikut ini strategi menekan belanja impulsif agar keuangan tetap terkontrol.

1. Pikirkan Sebelum Membeli

Setiap ingin membeli barang, sebaiknya dipikir dan dilihat kembali kegunaannya. Penting dan menjadi prioritas atau tidak. Jika bukan menjadi prioritas maka jangan dibeli, karena akan menyebabkan keborosan.

2. Tetapkan Anggaran

Jika saat ini tidak menggunakan aplikasi atau program pencatatan uang, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai. Ada banyak aplikasi gratis yang memudahkan untuk melacak dan mencatat apa yang dibelanjakan dan bahkan dapat membantu mengatur anggaran.

3. Luangkan Waktu Istirahat dari Berbelanja

Saat dorongan berbelanja berubah menjadi kebiasaan buruk, harus memutuskan siklus sepenuhnya sebelum dapat berbelanja lagi dengan cara yang sehat. Dibutuhkan 21 hari untuk menghentikan sebuah kebiasaan, jadi jika sudah terbiasa berbelanja secara berlebihan, maka perlu menghindari berbelanja setidaknya selama 21 hari untuk mempelajari cara-cara baru dalam berbelanja.

4. Pertimbangkan Kebutuhan

Membuat daftar hal-hal yang sebenarnya dibutuhkan adalah cara yang bagus untuk mengurangi pembelian impulsif. Tanyakan kembali kepada diri apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak. Jika tidak terlalu dibutuhkan maka cari barang lain yang menjadi prioritas.

5. Waspadai Trik Ritel

Terkadang toko menjanjikan dan memberikan iming-iming promosi beli barang banyak mendapatkan diskon besar. Tentu hal ini merupakan trik toko agar pembeli tertarik dan membeli barang lebih banyak. Nah hal ini perlu diwaspadai ketika sedang berbelanja supaya tidak tergoda.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini