Bukan di Indonesia, Pejabat Ini Mundur Usai Ancam Wartawan: Saya Jijik Atas Perilaku Saya

Bukan di Indonesia, Pejabat Ini Mundur Usai Ancam Wartawan: Saya Jijik Atas Perilaku Saya Kredit Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih, TJ Ducklo, mengundurkan diri pada Sabtu (13/2/2021). Sehari setelah menjalani hukuman skors tanpa bayaran karena melecehkan dan mengancam seorang reporter wanita dari media Politico pada awal tahun ini.

"Tak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan penyesalan saya, rasa malu saya, dan rasa jijik saya atas perilaku saya," ungkap Ducklo via akun Twitternya, Sabtu (13/2/2021). Baca Juga: Lagi Lagi Gagal Dimakzulkan, Donald Trump: Gerakan Bersejarah!

"Saya menggunakan bahasa yang seharusnya tidak didengar wanita mana pun. Terutama, dalam situasi di mana dia hanya mencoba menjalankan pekerjaannya. Bahasa saya menjijikkan, tidak sopan, dan tidak dapat diterima," imbuh pria kelahiran 22 September 1988 itu. 

Ducklo menambahkan, keputusannya untuk mengundurkan diri datang setelah melakukan pertemuan dengan Pimpinan Komunikasi Gedung Putih. "Saya tahu ini mengerikan. Saya tahu, saya tidak bisa menariknya kembali," tuturnya. Baca Juga: Duh! Donald Trump Terancam Diusir dari Rumah Mewahnya karena Hal Ini!

Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk berjuang memenuhi standar yang ditetapkan Presiden, dalam memperlakukan orang lain secara bermartabat dan terhormat, dengan nilai-nilai sopan santun. Baik melalui kata-kata, atau tindakan.

Psaki mengumumkan hukuman skorsing untuk Ducklo pada Jumat (12/2/2021), setelah sebuah artikel muncul yang menuduh Ducklo telah mengancam seorang jurnalis pada Januari lalu, muncul di Vanity Fair.

Ancaman tersebut dilatarbelakangi kisah seorang wartawati Politico, yang berupaya mengungkap hubungan Ducklo dengan reporter Axios, Alexi McCammond.

Vanity Fair memberitakan, Ducklo menelepon wartawati Politico Tara Palmeri. Melontarkan pernyataan bernada hinaan dan misoginis. Serta mengancam akan menghancurkannya.

Setelahnya, buletin pagi Politico's Playbook memaparkan serangan yang dilontarkan Ducklo. "Pertanyaan serius di benak kami, apakah ini memang standar asisten pers tingkat menengah dalam memperlakukan wartawan ?"  tulis para penulis, mengacu pada komitmen Presiden Joe Biden untuk memberantas ketidaksopanan di kalangan stafnya.

Ducklo adalah mantan anggota tim komunikasi NBC News. Sementara McCammond, berlatar belakang kontributor NBC News dan MSNBC.

Dalam pengambilan sumpah virtual untuk para pejabat yang baru diangkat, Bideb menegaskan, dia akan menerapkan aturan tanpa toleransi untuk jenis perilaku tak sopan, yang biasa terjadi selama pemerintahan sebelumnya.

“Saya tidak bercanda ketika saya mengatakan ini. Jika Anda pernah bekerja dengan saya, dan saya mendengar Anda memperlakukan rekan lain dengan tidak hormat, bicaralah kepada seseorang. Saya berjanji akan memecat Anda saat itu juga. Tidak ada jika, dan, atau tapi," kata Biden, kala itu.

Namun, pada Jumat (12/2/2021),  tersiar kabar bahwa Ducklo hanya dikenai skorsing satu minggu tanpa bayaran. Publik pun mempertanyakan, mengapa pemerintahan Biden seolah menarik kembali janjinya.

Pada hari yang sama, Psaki mengaku telah mengetahui insiden yang melibatkan Ducklo dan Palmeri selama berminggu-minggu. Namun, ia menanganinya secara "pribadi".

"TJ Ducklo telah meminta maaf kepada wartawati tersebut, atas kata-kata tak pantas yang dilontarkannya. Dia adalah orang pertama yang mengakui, bahwa hal tersebut di luar standar perilaku yang ditetapkan Presiden," cuit Psaki, Sabtu (13/2/2021).

"Selain permintaan maaf awalnya, Ducklo juga telah mengirim sebuah catatan pribadi yang mengungkapkan penyesalannya yang mendalam, kepada wartawati tersebut," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini