Orang Miskin di Indonesia Bertambah, Ini Sebabnya....

Orang Miskin di Indonesia Bertambah, Ini Sebabnya.... Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan bahwa angka kemiskinan meningkat 10,19 persen atau 1,13 juta orang per September 2020.

BPS membeberkan beberapa faktor dan penyebab angka kemiskinan Indonesia bisa naik. Berikut rinciannya:

Baca Juga: Duh! Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin Makin Melebar, Covid-19 Bikin Angka Kemiskinan Naik

Pertama, semenjak adanya wabah pandemi Covid-19 dan masih berkelanjutan berdampak pada perubahan perilaku dan aktivitas ekonomi penduduk. Ekonomi Indonesia pada kuartal III terkontraksi 3,49 persen secara year on year, sementara pengeluaran konsumsi rumah tangga turun 4,04 persen year on year.

"Selama periode Maret 2020-September 2020, angka inflasi umum tercatat sebesar 0,12 persen, sementara inflasi inti tercatat 0,84 persen," kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (15/2/2021).

Kedua, adanya kenaikan harga eceran beberapa komoditas pokok seperti daging sapi yang naik 1,51 persen, susu kental manis 1,07 persen, minyak goreng 2,67 persen, tepung terigu 2,76 persen dan ikan kembung 1,07 persen.

Meskipun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti beras sebesar 0,49 persen, daging ayam ras 3,52 persen, gula pasir 6,54 persen, cabai rawit 32,37 persen dan telur ayam ras 6,12 persen.

Ketiga, tingkat pengangguran yang disebabkan pandemi Covid-19 turut meningkat.

"Pada Agustus 2020, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai angka 7,07 persen. Terjadi kenaikan 1,84 persen poin secara year on year," kata Suhariyanto.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini