Inovasi Jadi Kunci Kemajuan Banyuwangi

Inovasi Jadi Kunci Kemajuan Banyuwangi Foto: Alampriangan.com

Di penghujung jabatannya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meluncurkan 2 buku, yakni Ani-Mainstream Marketing 20 Jurus Mengubah Banyuwangi dan Creative Collaboration: 10 Tahun Perjalanan Transformasi Banyuwangi.

Lewat kedua buku itu, ia menceritakan transformasi Banyuwangi dari tak dikenal menjadi seperti saat ini, begitu juga dengan berbagai pencapaian yang ia raih selama menjabat.

Salah satu yang ia bahas adalah setiap dinas mesti bisa memasarkan Banyuwangi lewat inovasi. "Misalnya investor yang datang dari Jerman, harus menyesuaikan desain pabrik dengan lokal. Kalau kami hanya jual alat, gunung yang indah, tempat lain banyak. Kami di sini jual inovasi," ujar Anas dalam diskusi dengan para Pemimpin Redaksi Media, dikutip Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Jurus Jitu Banyuwangi Raih Prestasi, Ada di Buku Ini!

Baca Juga: Hong Kong Mau Larang Pertukaran Kripto Ritel, Malah Jadi Bumerang Dong

Selain itu, dalam bukunya, ia pun membahas sejumlah pencapaian Banyuwangi di bawah nahkoda pimpinannya. Pertama, turunnya angka kemiskinan dari 20% menjadi 5,52% sebelum COVID-19, angka itu lebih rendah daripada angka-angka kemiskinan di Jawa Timur.

"Sekarang kita lihat Gresik, ring 1 di Jawa Timur 11,35%, Lamongan 13%, Tuban 14%, Bojonegoro 12%. Madiun 10,54%, Kediri 10,42%. Ini adalah angka potret kemiskinan dibandingkan daerah lain," ujarnya.

Kedua, dari kegi income per kapita yang mencapai 51,8 juta per orang per tahun, dengan pendapatan per kapita naik menjadi 58 juta.

"Hasilnya income per kapita banyuwangi dari 14 juta naik ke 51,8 juta per orang per tahun, pendapatan per kapita kami juga naik ke 58," kata Anas.

Kemudian, kunjungan wisatawan domestik juga melonjak 978% dari 491 ribu menjadi 5,3 juta; sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara naik 712%.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini