Laju Penjualan Rumah Masih Tertahan Corona

Laju Penjualan Rumah Masih Tertahan Corona Foto: Ist

Prospek bisnis properti di Indonesia masih tertahan akibat wabah corona. Bank Indonesia (BI) mencatat, penjualan properti residensial triwulan IV 2020 secara tahunan membaik meskipun masih berada dalam tren penurunan.

Penjualan rumah pada periode tersebut tercatat mengalami kontraksi -20,59% (yoy), membaik -30,93% (yoy) pada triwulan sebelumnya, tetapi masih lebih rendah dari 1,19% (yoy) pada triwulan IV 2019.

Baca Juga: KPR Masih Jadi Andalan Utama Masyarakat Beli Rumah

Penurunan volume penjualan terjadi pada seluruh tipe rumah, terutama rumah tipe besar (-36,65%, yoy) dan rumah tipe menengah (-24,13%, qtq). Sementara itu, penjualan rumah tipe kecil meskipun tercatat turun -15,06% (yoy), membaik dibandingkan -24,99% (yoy) pada triwulan III 2020.

Terhambatnya pertumbuhan penjualan properti residensial disebabkan beberapa faktor. Terutama, adanya pandemi Covid-19, penerapan PSBB, serta suku bunga KPR.

"Untuk suku bunga KPR, meskipun rata-rata suku bunga KPR triwulan IV 2020 sebesar 8,55% sedikit turun dibandingkan 8,63% pada triwulan sebelumnya, masih dirasa cukup tinggi bagi konsumen terutama untuk rumah tipe kecil dan menengah," demikian hasil survei yang diterbitkan BI seperti dikutip Warta Ekonomi pada Rabu (17/2/2021).

Sementara itu, faktor lain yang dinilai masih menjadi penghambat antara lain proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR, masalah perizinan (birokrasi), dan kenaikan harga bahan bangunan.

Secara triwulanan, penjualan properti residensial triwulan IV 2020 mengalami penurunan sebesar -3,81% (qtq), dari 7,87% (qtq) pada triwulan III 2020. Namun, hal itu masih lebih baik dibandingkan -16,33% (qtq) pada triwulan IV 2019.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini