Mantap Jiwa, Perusahaan Roket SpaceX Elon Musk Kini Bervaluasi Rp1.000 Triliun!

Mantap Jiwa, Perusahaan Roket SpaceX Elon Musk Kini Bervaluasi Rp1.000 Triliun! Kredit Foto: Instagram/elonrmuskk

Perusahaan pembuat roket Elon Musk, SpaceX, dilaporkan mendapat valuasi sekitar USD74 miliar (Rp1.042 triliun) dalam putaran penggalangan dana pribadi yang diselesaikan minggu lalu. Dilansir dari New York Post di Jakarta, Kamis (18/2/21) SpaceX mengumpulkan USD850 juta (Rp11,9 triliun) dalam pendanaan ekuitas pada USD419,99 (Rp5,9 juta) per saham.

Adanya guyuran dana baru telah meningkatkan penilaian SpaceX sekitar 60 persen dibandingkan Agustus lalu, ketika nilainya mencapai USD46 miliar dalam penggalangan dana hampir USD2 miliar.

Saham perusahaan swasta ini telah melonjak sejak September, ketika The Post melaporkan bahwa saham SpaceX diperdagangkan setinggi USD340, naik dari USD270 yang diambil pada putaran pembiayaan Agustus.

Baca Juga: Miliarder Ini Bakal Pimpin Perjalanan Perdana Wisata ke Luar Angkasa dengan SpaceX

SpaceX tidak diragukan lagi dapat menggunakan uang itu untuk memperluas jaringan internet satelit Starlink dan terus mengerjakan roket Starship yang dapat digunakan kembali.

Perusahaan yang berbasis di Hawthorne, California ini mengatakan lebih dari 10.000 orang menggunakan Starlink, yang bertujuan untuk menyediakan daerah pedesaan dengan internet berkecepatan tinggi melalui jaringan satelit.

SpaceX mengharapkan sistem akan menelan biaya setidaknya sekitar USD10 miliar untuk membangun sebelum menghasilkan pendapatan setinggi USD30 miliar setahun.

Musk mengatakan bahwa SpaceX pada akhirnya akan melepaskan Starlink sebagai perusahaan publik, tetapi arus kas bisnis dapat diprediksi dengan cukup baik.

SpaceX juga terus maju dengan Starship meskipun dua penerbangan uji baru-baru ini berakhir dengan prototipe meledak ketika mereka mencoba mendarat. Perusahaan sedang mengembangkan roket dengan harapan mengirim manusia dalam misi ke bulan dan Mars.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini