Dukung Ekonomi Hijau, Astra Infra Luncurkan Struk Tol Digital

Dukung Ekonomi Hijau, Astra Infra Luncurkan Struk Tol Digital Kredit Foto: Astra Infra

Astra Infra melalui unit bisnis Astra Infra Solutions (AIS) memperkenalkan struk digital untuk layanan jalan tol Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, dan Jombang-Mojokerto.

CEO Toll Road Business Group, Krist Ade Sudiyono, mengatakan dalam kondisi pandemi saat ini, inovasi teknologi adalah salah satu kunci untuk dapat terus melayani masyarakat dengan baik.

Baca Juga: Investor Asing Jor-joran Jualan di Akhir Perdagangan, Astra Hingga Indofood Jadi Korban Bantingan

"Hal ini pun yang dilakukan ASTRA Infra Solutions sebagai unit bisnis ASTRA Infra yang bergerak di jasa layanan pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol," kata Krist di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Ia menambahkan, inovasi struk digital juga merupakan salah satu upaya ASTRA Infra dalam pencegahan penularan Covid-19 yang mungkin terjadi saat pengguna jalan tol melakukan transaksi dengan struk fisik.

"Melalui astratol.co.id, pengguna jalan tol dapat mengunduh struk digital hingga 30 hari setelah tanggal transaksi sehingga akan memudahkan pengguna jalan tol yang membutuhkan struk sebagai bukti perjalanan," tambahnya.

Selain itu, kata dia, digitalisasi struk transaksi tol juga akan mengurangi penggunaan kertas dan meniadakan timbunan sampah struk kertas yang kerap terjadi di gardu tol. "Penerapan digital struk mendukung komitmen ASTRA Infra untuk Indonesia Hijau," jelasnya.

Pada saat yang sama, juga diperkenalkan inovasi sistem monitoring transaksi tol. Inovasi yang berkaitan dengan settlement perbankan ini semula dilakukan per ruas tol, kini telah terintegrasi dalam satu platform aplikasi. Ke depannya, keunggulan pelayanan ini diharapkan dapat diaplikasikan di seluruh operator jalan tol yang dikelola AIS.

"Bersinergi dengan upaya mitigasi Covid-19 yang terus dijalankan, ASTRA Infra juga terus mengimbau kepada para pengguna jalan tol untuk mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini