WHO Mandi Uang di Bawah Pemerintahan Biden, USD200 Juta Ngalir dari Kas Milik AS

WHO Mandi Uang di Bawah Pemerintahan Biden, USD200 Juta Ngalir dari Kas Milik AS Foto: Reuters/Denis Balibouse

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan negaranya akan menyetorkan dana sebesar 200 juta dolar AS untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu dilakukan setelah pemerintahan Presiden Joe Biden membatalkan keputusan mantan presiden Donald Trump menarik AS dari badan tersebut.

“Ini adalah langkah maju kunci dalam memenuhi kewajiban keuangan kami sebagai anggota WHO dan itu mencerminkan komitmen baru kami guna memastikan WHO memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk memimpin tanggapan global terhadap pandemi,” kata Blinken pada sesi virtual Dewan Keamanan PBB tentang Covid-19 pada Rabu (17/2/2021).

Baca Juga: Pentolan PBB Marah-marah Setelah Tahu 75% Vaksin Corona Dunia Dikuasai 10 Negara Kaya

Dia mengungkapkan AS juga akan memberikan dukungan finansial signifikan kepada Covax, yakni program yang dipimpin WHO untuk menyediakan 20 persen vaksin gratis bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Blinken menekankan AS akan bekerja sebagai mitra untuk mengatasi tantangan global.

"Pandemi ini adalah salah satu tantangan tersebut dan memberi kami kesempatan tidak hanya untuk melewati krisis saat ini, tetapi juga untuk menjadi lebih siap dan lebih tangguh untuk masa depan," ujar Blinken.

Terkait penyelidikan asal-usul Covid-19, Blinken meminta semua negara menyediakan data dari hari-hari awal wabah. Dia tak secara spesifik menyebut Cina.

"Ke depannya, semua negara harus berpartisipasi dalam proses yang transparan dan kuat untuk mencegah serta menanggapi keadaan darurat kesehatan, sehingga dunia belajar sebanyak mungkin, secepat mungkin," kata Blinken.

Saat masih menjabat, Trump mengumumkan penarikan AS dari WHO. Dia menuding WHO tak melakukan upaya yang cukup dalam membendung pandemi serta bersikap Cina-sentris. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini