Sembilan Anak Muda Inspiratif dalam Ashoka Young Changemaker 2021

Sembilan Anak Muda Inspiratif dalam Ashoka Young Changemaker 2021 Kredit Foto: Ashoka Foundation

Setelah melalui proses nominasi dan wawancara berjenjang sejak 2020, sembilan anak muda inspiratif  terpilih sebagai Ashoka Young Changemaker 2021. Mereka dinilai telah berhasil menciptakan inisiatif kreatif yang telah menghasilkan dampak baik di komunitas mereka maupun dampak berskala nasional.

Misalnya, memutus mata rantai eksploitasi anak, menghubungkan generasi muda dengan karier, meningkatkan kesejahteraan petani, membangun budaya hidup berkelanjutan, dan berbagai isu sosial lainnya.

Baca Juga: 12 Kandidat Ashoka Young Changemakers Terpilih

CEO Ashoka, Bill Drayton, mengatakan bahwa program Ashoka Young Changemaker merupakan bagian dari gerakan Everyone a Changemaker yang dibangun oleh Ashoka di seluruh dunia. Gerakan ini sendiri bukan memilih anak-anak muda yang luar biasa untuk dirayakan kehebatannya.

"Ashoka Young Changemaker dipilih untuk mengajak anak-anak muda lain untuk menyadari kemampuan dan kesempatan mereka sebagai pembaharu sejak usia dini," kata Bill.

Ashoka lanjut dia melihat bahwa percepatan perubahan dan timbulnya beragam masalah pelik di masyarakat hanya akan dapat teratasi bila setiap orang menjadi pembaharu, memiliki ketrampilan sebagai pembaharu, yaitu kemampuan melihat masalah, membangun tim, dan mencari solusi strategis yang memperbaiki keadaan bukan untuk segelintir orang, melainkan semua orang.

Kemampuan dan keterampilan ini lanjutnya akan jauh lebih terasah bila disadari sejak masih muda dengan menumbuhkan empati dan dengan mengajak anak-anak muda berlatih menjadi pembaharu. "Masalah tidak akan lebih banyak daripada solusi bila setiap orang menjadi pembaharu," jelasnya.

Program Manager Asia Foundation yang juga menjadi panelis Ashoka Young Changemaker, Mustafa, menambahkan bahwa Ashoka Young Changemaker menaruh perhatian kepada isu-isu yang amat marjinal seperti kekerasan dan perdagangan anak.

"Kalau saya bayangkan, anak-anak sekarang mungkin fokusnya itu ekonomi, robotic. Namun, itu bagi saya amat luar biasa. Selamat untuk Ashoka telah menemukan anak-anak ini," tambahnya.

Salah satu anak muda yang terpilih adalah Faye Simanjuntak yang mendirikan dan memimpin Rumah Faye demi memutus mata rantai perdagangan anak dan eksploitasi seksual melalui sistem edukasi peer-to-peer, penyelamatan, dan rehabilitasi.

Faye merasa gelisah karena sepertiga kasus perdagangan manusia melibatkan anak-anak, tetapi karena tabu, justru anak-anak tidak dilibatkan dalam pembicaraan mengenai eksploitasi seksual dan pencegahannya. Bersama Rumah Faye, program pencegahan, penyelamatan, dan rehabilitasinya telah menyelamatkan dan rehabilitasi lebih dari 90 anak.

Berikut ke-9 anak muda inspiratif tersebut: Faye Simanjuntak (Rumah Faye/Bali), Ammara Tahseen (Batuva/Baturaden, Jawa Tengah), Nabila Ishma (CDEF Metamorfosa/Bandung, Jawa Barat), Azzam Habibullah (Tuntungan Ground Board Game/Deli Serdang, Sumatra Utara), dan Nuke Aprilia Cut Meltari (Nukeytalks/Bathin III, Jambi).

Berikutnya, Itrin Diana Mozez (Komunitas Pitagoras?/Sumba, Nusa Tenggara Timur), Catherine Susanto (Girls Learn Code/Jakarta), Syazwan Luftan Riady (Komunalian/Jember, JawaTimur), dan Alvian Wardhana (Literasi Anak Benua/Pelaihari, Kalimantan Selatan).

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini