Akui Kecewa SBY-AHY, Darmizal 'Pepet' Moeldoko

Akui Kecewa SBY-AHY, Darmizal 'Pepet' Moeldoko Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Mantan Wakil Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat, Darmizal, menyebut kedekatannya dengan Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko, sudah terjalin cukup lama. Darmizal mengakui menjadi aktor di balik pertemuan para kader Partai Demokrat dengan Moeldoko.

Bahkan, Darmizal menyebut dirinya dan Moeldoko sama-sama membantu mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sukses menjadi Presiden selama dua periode.

Baca Juga: Ga Suka Jokowi Banggakan Alugoro-405, Politisi Demokrat: Sejak SBY Itu

"Saya berterima kasih diberi gelar sebagai aktor dalam pertemuan antara kader dengan Pak Moeldoko sahabat saya sejak tahun 96. Sebagaimana kami dulu juga menjadi aktor menghantar SBY menjadi presiden tahun 2004-2014 itu catatan sejarah," ujar Darmizal dikutip dari video diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Darmizal menceritakan dirinya yang turun langsung membantu SBY merebut tahta Ketum Partai Demokrat dari Anas Urbaningrum di tahun 2013. Namun, terpilihnya kembali SBY membuat suara Partai Demokrat turun drastis pada Pemilu 2014.

"Kenapa harus saya turun gunung? Diminta oleh SBY harapan petinggi waktu itu adalah pada saat SBY mengambil partai hasil dari KLB menjadi ketua umum menggantikan Anas. Posisi Partai Demokrat adalah 21% di Parlemen. Kemudian saat SBY memimpin pada Pemilu berikutnya Partai Demokrat hanya tersisa 11% di tahun 2014," kata Darmizal.

Menurunnya, hasil suara Partai Demokrat di Pemilu 2014 membuat Darmizal berpikir bahwa ada sesuatu yang harus dibenahi. Darmizal menilai kala itu SBY akan fokus mengurus Partai Demokrat usai mengakhiri tugas sebagai Presiden dua periode.

Namun, Darmizal tersadar hal tersebut tidak terjadi. Malah sebaliknya, keresahan makin bertambah usai anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih menjadi Ketum PD hasil Kongres 2020.

"Hari ini saya ternyata salah, saya salah besar dan saya malu kesalahan itu harus ditebus ternyata partai ini tidak boleh hanya menjadi milik satu kelompok kecil orang saja atau tidak boleh menjadi partai dinasti, harus menjadi partai terbuka harus menjadi partai milik kader menjalankan konsep kepemimpinan tidak boleh yang di atas menyodok yang di bawah, tapi yang di atas harus berkonstribusi ke bawah supaya partai uni menjadi partai yang besar," ungkapnya.

Darmizal menyebut, saat ini seluruh kader PD merasa terzalimi di bawah kepemimpinan AHY karena wewenang dan otoritas mereka diberangus semua ditarik ke pusat.

"Pemilihan bupati pemilih wali kota semua tidak lagi menjadi otoritas DPC untuk memilih calon-calon terbaik mereka ditarik kepusat ini tidak boleh lagi terjadi. Pusat adalah pusat kebijakan tempat strategis membuat kajian-kajian kebijakan untuk diimplementasikan di daerah itulah mestinya partai," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini