Mafia Tanah Benny Tabalujan Diburu Polisi

Mafia Tanah Benny Tabalujan Diburu Polisi Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Interpol guna memburu tersangka dugaan praktik mafia tanah di Cakung Jakarta Timur Benny Tabalujan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terindikasi berada di Australia.

“Benny Tabalujan masih kita koordinasikan dengan Interpol,” kata Kasubdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi Wijatputera di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Meski demikian Dwiasi mengatakan pihak kepolisian belum menerbitkan 'red notice' untuk Benny Tabalujan.

"Jadi kalau red notice belum dikeluarkan. Rencana (red notice diterbitkan) kita menunggu gelar perkara. Kalau red notice kan harus digelar perkara oleh Interpol dan penyidik," tambahnya.

Namun demikian, Dwiasi memastikan proses hukum kasus yang menyeret Direktur Utama PT Selve Veritate itu masih tetap berlanjut sampai sekarang.

Dia juga mengatakan tidak ada kendala dalam penanganan tersangka meski posisi tersangka tidak berada di Indonesia.

“Tidak ada kendala, karena alat bukti sudah cukup dari tiga tersangka, dimana dua sudah disidangkan, dan satu tersangka karena posisinya tidak ada di Indonesia. Maka prosesnya masih tahap koordinasi dengan Interpol,” jelas Dwiasi.

Menurut dia, penyidik harus komunikasi dengan Interpol untuk mengetahui posisi dan lintas jalurnya tersangka Benny Tabalujan. Setelah jelas, lanjutnya, penyidik koordinasi lagi dengan Interpol bersama AFP (Australian Federal Police). Anehnya, Benny Tabalujan sempat melaporkan pemilik sertifikat tanah Abdul Halim ke kepolisian juga.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan komitmen Polri memberantas mafia tanah. Dia menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus tindak pidana mafia tanah di seluruh Indonesia.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini